oleh

Masjid Darussalam Kembali Terima Amanah 100 Sak Beras, Perkuat Pendataan agar Bantuan Tepat Sasaran

-Metro-16 Dilihat
banner 468x60

METRO — Masjid Darussalam, Margorejo, Metro Selatan, kembali menerima amanah dari para muhsinin berupa 100 sak beras ukuran 5 kilogram pada Rabu, 26 Agustus 2026. Bantuan tersebut akan kembali disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dengan sistem pendataan yang terus diperbaiki agar distribusi semakin tepat sasaran.

 

banner 336x280

Program berbagi beras ini bukan kali pertama dilaksanakan. Pada Juli 2026, Masjid Darussalam juga menerima amanah sebanyak 100 sak beras yang telah disalurkan kepada masyarakat di sekitar Masjid Darussalam, Margorejo, Metro Selatan.

 

Setelah kebutuhan di sekitar masjid terpenuhi dan masih terdapat persediaan, distribusi kemudian diperluas ke sejumlah wilayah lain di Kota Metro, mulai dari Metro Timur, Metro Pusat, hingga Metro Utara.

 

Ray, salah satu pengurus yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mengatakan bahwa tim berupaya agar setiap amanah tidak hanya tersalurkan dengan cepat, tetapi juga benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

“Kami ingin amanah dari para muhsinin ini benar-benar sampai kepada orang yang membutuhkan. Karena itu, pendataan dan pengecekan penerima terus kami evaluasi agar ke depan semakin baik dan tepat sasaran,” ujar Ray.

 

Pendataan Melibatkan Jaringan Masyarakat

 

Dalam proses mencari calon penerima, Tim Masjid Darussalam menggunakan formulir sederhana yang dibagikan melalui WhatsApp kepada rekan-rekan serta jaringan masyarakat di sejumlah wilayah.

 

Mereka diminta membantu memberikan informasi mengenai warga di lingkungannya yang dinilai membutuhkan bantuan. Data tersebut kemudian menjadi bahan awal bagi tim sebelum menentukan prioritas penyaluran.

 

Informasi mengenai masyarakat yang membutuhkan juga beberapa kali diterima melalui Direct Message (DM) Instagram resmi Masjid Darussalam.

 

Ada masyarakat yang menghubungi pihak masjid dan menyampaikan bahwa tetangga atau warga di sekitarnya sedang mengalami kesulitan. Setelah menerima informasi tersebut, tim berusaha melakukan pengecekan dan, apabila memungkinkan, langsung mendatangi rumah warga yang membutuhkan.

 

Liyas Tantular sebagai salah satu DKM Darussalam juga mengatakan keterlibatan masyarakat sangat membantu tim dalam menemukan calon penerima yang sebelumnya belum masuk dalam pendataan.

 

“Kadang ada masyarakat yang menghubungi kami melalui media sosial dan menyampaikan bahwa ada tetangganya yang membutuhkan. Informasi seperti ini sangat membantu. Selanjutnya kami berusaha melakukan pengecekan dan jika memang membutuhkan, insya Allah bantuan segera kami antarkan,” kata Liyas Tantular.

 

Kriteria Prioritas Penerima

 

Untuk membantu proses penyaluran agar tidak hanya berdasarkan kedekatan atau informasi sepihak, Tim Masjid Darussalam menyusun sejumlah pedoman internal dalam menentukan prioritas penerima.

 

Beberapa kelompok yang menjadi perhatian antara lain lansia dhuafa, terutama yang hidup sendiri atau tidak memiliki penghasilan tetap; janda dhuafa yang memiliki tanggungan; keluarga fakir atau miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok; serta keluarga dengan kepala keluarga yang tidak bekerja atau kehilangan pekerjaan.

 

Prioritas juga diberikan kepada penyandang disabilitas dari keluarga kurang mampu, yatim atau piatu dari keluarga dhuafa, keluarga dengan banyak tanggungan dan penghasilan sangat rendah, masyarakat sakit atau lanjut usia yang sudah tidak produktif, serta keluarga yang sedang mengalami kondisi darurat seperti musibah, kebakaran, atau kehilangan sumber nafkah.

 

Guru mengaji, ustadz, maupun penjaga masjid juga dapat menjadi penerima apabila kondisi ekonominya memang termasuk dhuafa. Dengan demikian, penerima tidak ditentukan semata-mata berdasarkan profesi atau status tertentu, tetapi berdasarkan kondisi ekonomi dan kebutuhan nyata.

 

Untuk anak yatim atau piatu, misalnya, status yatim tidak otomatis menjadikan seseorang sebagai penerima bantuan. Tim tetap mempertimbangkan keadaan ekonomi keluarganya agar bantuan dapat diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

 

Warga Margorejo Sampaikan Rasa Syukur

 

Salah satu warga Margorejo yang menerima bantuan beras dari Masjid Darussalam menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

 

Menurut warga tersebut, bantuan beras sangat berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Masjid Darussalam yang telah berusaha menjangkau masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

 

Warga tersebut turut mendoakan agar seluruh pengurus Masjid Darussalam senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan kegiatan sosial serta pelayanan kepada masyarakat.

 

Doa juga disampaikan kepada para donatur dan muhsinin yang telah mempercayakan sebagian rezekinya untuk disalurkan melalui Masjid Darussalam. Ia berharap para donatur diberikan keberkahan, kesehatan, kelapangan rezeki, dan balasan kebaikan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Bagi Tim Masjid Darussalam, tanggapan dari penerima seperti ini menjadi salah satu pengingat bahwa bantuan yang mungkin terlihat sederhana dapat memiliki arti besar bagi keluarga yang sedang membutuhkan.

 

Verifikasi Penerima Masih Menjadi Tantangan

 

Meski program telah berjalan dengan baik, Tim Masjid Darussalam mengakui masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki.

 

Salah satu tantangan terbesar adalah proses cross-check atau verifikasi penerima. Tim ingin memastikan masyarakat yang menerima bantuan benar-benar termasuk dalam kelompok yang membutuhkan.

 

Namun, sebagian besar anggota tim juga memiliki pekerjaan dan aktivitas utama masing-masing. Karena itu, pengecekan maupun distribusi bantuan sering dilakukan setelah anggota tim menyelesaikan pekerjaan mereka di kantor atau tempat kerja masing-masing.

 

Ray mengatakan hal tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi agar sistem distribusi ke depan dapat berjalan lebih efektif tanpa mengurangi kehati-hatian dalam menentukan penerima.

 

“Tim sebagian besar bergerak setelah menyelesaikan pekerjaan masing-masing. Jadi memang ada keterbatasan waktu dalam melakukan pengecekan. Ini menjadi evaluasi kami agar sistem pendataan ke depan lebih rapi, tetapi tetap berhati-hati agar bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak,” jelasnya.

 

Liyas Tantular menambahkan bahwa sistem pendataan penerima akan terus diperbaiki, termasuk dari sisi administrasi dan pembaruan data.

 

“Kami ingin data penerima ini semakin baik. Bukan hanya untuk satu kali pembagian, tetapi harapannya dapat menjadi data yang terus diperbarui sehingga ketika ada amanah berikutnya, proses penyalurannya bisa lebih cepat sekaligus tetap tepat sasaran,” ujarnya.

 

Kembali Menerima 500 Kilogram Beras

 

Pada Rabu, 26 Agustus 2026, Masjid Darussalam kembali menerima amanah sebanyak 100 sak beras @5 kilogram, atau sekitar 500 kilogram beras.

 

Amanah tersebut insya Allah akan kembali disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dengan memanfaatkan pengalaman dari kegiatan sebelumnya sebagai bahan evaluasi.

 

Data calon penerima akan terus diperbaiki. Informasi dari masyarakat, jaringan relawan, rekan-rekan, serta laporan melalui media sosial akan menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan sekaligus menjaga ketepatan sasaran.

 

Bagi Masjid Darussalam, amanah seperti ini bukan sekadar tentang membagikan beras. Di dalamnya terdapat kepercayaan dari para muhsinin yang harus dijaga serta tanggung jawab untuk memastikan bantuan benar-benar menghadirkan manfaat.

 

Bagian dari Konsep Masjid Berbagi dan Pendidikan

 

Program penyaluran beras tersebut merupakan bagian dari arah pengembangan Masjid Darussalam sebagai Masjid Berbagi dan Pendidikan dengan semangat:

 

“Menebar Manfaat dan Menumbuhkan Ilmu.”

 

Konsep tersebut diarahkan agar keberadaan masjid tidak hanya dirasakan sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi pusat tumbuhnya kepedulian sosial dan pendidikan masyarakat.

 

Bidang berbagi diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan. Sementara bidang pendidikan terus dikembangkan melalui kajian, pembelajaran Al-Qur’an, dan berbagai kegiatan keilmuan yang bermanfaat bagi jamaah dan masyarakat.

 

Ray mengatakan pihaknya berharap keberadaan Masjid Darussalam semakin memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

 

“Harapannya, masjid tidak hanya ramai ketika kegiatan ibadah berlangsung. Masjid juga bisa hadir ketika ada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi tempat masyarakat mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” katanya.

 

Liyas Tantular menambahkan bahwa konsep berbagi dan pendidikan tersebut akan terus dikembangkan secara bertahap dengan tetap menyesuaikan kemampuan sumber daya yang dimiliki.

 

“Kami tentu masih belajar dan masih banyak yang harus diperbaiki. Yang terpenting adalah amanah ini terus dijaga, program berjalan secara tertib, dan manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” tuturnya.

 

DKM Masjid Darussalam berharap masyarakat juga ikut memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Apabila mengetahui terdapat lansia, janda dhuafa, keluarga miskin, orang sakit, atau warga lain yang benar-benar membutuhkan bantuan, informasi tersebut dapat disampaikan kepada tim untuk selanjutnya dilakukan pendataan dan pengecekan.

 

Alhamdulillah, amanah 100 sak beras pada Juli telah tersalurkan hingga beberapa wilayah di Kota Metro. Kini amanah berikutnya kembali hadir untuk melanjutkan ikhtiar tersebut.

 

DKM Masjid Darussalam menyampaikan Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh muhsinin, donatur, relawan, dan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan serta ikut mendukung program ini.

 

Semoga setiap amanah yang diberikan menjadi sebab keberkahan bagi para donatur dan memberikan manfaat nyata bagi saudara-saudara yang membutuhkan.

 

Masjid Darussalam

Masjid Berbagi & Pendidikan

Menebar Manfaat, Menumbuhkan Ilmu.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *