Kota Metro – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali terlihat di Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan, Rabu (25/6/2026). Sejumlah unsur masyarakat, aparat, dan organisasi keagamaan bersinergi menyalurkan bantuan kepada warga yang tertimpa musibah.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Rejomulyo Polsek Metro Selatan, Lilik, bersama jajaran RW 04 dan RT setempat. Hadir pula Ismail, Ketua Ranting Muhammadiyah Rejomulyo, serta dua utusan dari Kelurahan Rejomulyo, yakni Heni dan Eni dari Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra), bersama Eko Bang. Bantuan disalurkan langsung oleh Ridho N dari KL Lazismu Rumah Sakit Muhammadiyah Metro.
Lilik menegaskan bahwa kehadiran kepolisian dalam kegiatan sosial merupakan bentuk pengabdian yang menyeluruh. “Kami dari kepolisian hadir tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga memastikan kegiatan sosial berjalan lancar dan tepat sasaran. Sinergi dengan Muhammadiyah, kelurahan, dan warga seperti ini penting agar bantuan benar-benar dirasakan masyarakat. Ini bukti kalau kerja kemanusiaan butuh koordinasi semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Harbi, Anggota Pleno PCM BMS Bidang Kader sekaligus Pengurus Ranting Muhammadiyah Rejomulyo, menyampaikan bahwa aksi sosial ini adalah bagian tak terpisahkan dari dakwah. “Yang kita lihat hari ini adalah wujud kemanusiaan. Kerja-kerja sosial seperti ini harus beriringan dengan dakwah. Tanamkan tauhid yang lurus, tampilkan akhlak yang mulia kepada saudara kita yang mendapat musibah, agar berkesan di hati masyarakat,” jelasnya.
Harbi menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar aksi spontan. “Ini tidak dinamis begitu saja, melainkan sudah terkonsep dan terkoordinasi dengan matang. Tujuannya agar perjalanan panjang dakwah Muhammadiyah semakin bersinar dan mencerahkan,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya sikap rendah hati dalam bermasyarakat. “Bagi kami, menyalurkan bantuan adalah bagian dari dakwah. Tidak cukup hanya memberi barang, tapi juga menanamkan tauhid yang lurus dan menunjukkan akhlak mulia. Kunci sukses bermuamalah adalah pembawaan yang ringan dan mudah didekati.”
Kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi untuk terus menjadi pribadi yang terbuka. “Jadilah telinga yang lebih lebar untuk mendengar banyak suara, jadilah tangan yang bisa menyentuh lebih luas. Di luar sana banyak yang butuh sentuhan tangan kita semua,” tutur Harbi.
Semangat kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti di Ranting Rejomulyo saja. “Dari Rejomulyo, semangat ini akan kami tularkan ke Margorejo, Sumbersari Bantul, dan Margodadi,” tutup Harbi. Gerakan serupa akan digerakkan ke ranting-ranting lain agar manfaatnya semakin meluas ke berbagai kalangan—mulai dari anak muda, anak-anak, hingga tokoh dan sesepuh.(edit DSP)



















Komentar