LAMPUNG UTARA – Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan perpustakaan menuju tata kelola sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP), Dinas Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Lampung Utara menggelar Sosialisasi, Advokasi, dan Akreditasi Perpustakaan di Pusiban Agung Kotabumi, Rabu (23/9/2026).
Dalam laporannya, Sekretaris Perpusda Lampung Utara yang juga menjabat Plt. Kepala Dinas Perpusda Lampura, Aprilia, S.T., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan Sosialisasi, Advokasi, dan Akreditasi Perpustakaan merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Utara untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas para pengelola perpustakaan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para pengelola perpustakaan mengenai Standar Nasional Perpustakaan (SNP), instrumen akreditasi, serta mekanisme, persyaratan, dan prosedur pengajuan akreditasi perpustakaan,” tutur Aprilia, Rabu (23/9/2026).
Didampingi Kabid Pengembangan Perpustakaan Muji Tabah, Aprilia menambahkan bahwa program tersebut merupakan kegiatan tahunan Dinas Perpustakaan dengan sasaran pengelola perpustakaan desa, kelurahan, sekolah, dan komunitas.
“Akreditasi di setiap sekolah, kelurahan, dan desa itu wajib. Selain itu, sosialisasi ini juga untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola perpustakaan. Target kita seluruh perpustakaan terakreditasi,” ucapnya.
Untuk mencapai akreditasi, lanjut Aprilia, perpustakaan harus memiliki minimal 1.000 judul buku. Sementara itu, menurut dia, perpustakaan kabupaten/kota harus memiliki 12.500 judul buku.
Saat ini, Perpustakaan Kabupaten Lampung Utara disebut masih berada pada Tipe C karena jumlah koleksinya baru mencapai sekitar 8.500 judul. Untuk itu, pihaknya menargetkan peningkatan menjadi Tipe B dengan memperbanyak koleksi bahan pustaka.
Selain itu, gedung perpustakaan telah tersedia dan berbagai program juga dilakukan, seperti sosialisasi, bimbingan teknis, kegiatan literasi, serta lomba bertutur untuk mendukung peningkatan kualitas perpustakaan.
“Sosialisasi hari ini salah satu penunjang kita menuju naik tingkat menjadi Tipe B,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Lampung Utara Romli berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan mutu dan kualitas layanan perpustakaan di Lampung Utara serta mendorong terwujudnya akreditasi perpustakaan yang lebih baik.
Menurutnya, akreditasi perpustakaan penting sebagai upaya meningkatkan standar pengelolaan, pelayanan, dan mutu perpustakaan di daerah. Akreditasi juga diharapkan mampu mendorong perpustakaan menjadi pusat literasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat yang berkualitas.
“Melalui sosialisasi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme, instrumen, dan tahapan akreditasi perpustakaan sesuai Standar Nasional Perpustakaan. Tujuannya agar seluruh perpustakaan di Lampung Utara dapat terakreditasi dan memenuhi Standar Nasional Perpustakaan,” harapnya.
Sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dua narasumber, yakni praktisi literasi Dra. Nellawaty Ningsih, M.M., dan asesor perpustakaan Yaty Tedjawiati, S.Pd.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bunda Literasi Lampung Utara drg. Meri Farida Hamartoni, Wakil Bupati Romli, Ketua TP-PKK I Bety Viviyanti Romli, Staf Ahli Bupati Dra. Sri Mulyana, serta sejumlah perwakilan kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
Sebanyak 350 peserta dalam kegiatan tersebut juga akan mendapatkan sertifikat secara daring sebagai salah satu penunjang kredit poin dalam proses menuju akreditasi.




















Komentar