LAMPUNG UTARA – Dinas Sosial Kabupaten Lampung Utara mengimbau masyarakat untuk segera memeriksa data tingkat kesejahteraan atau desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Jika terdapat ketidaksesuaian dengan kondisi ekonomi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan usul dan sanggah melalui operator SIKS-NG di desa/kelurahan atau langsung ke Dinas Sosial.
Pengelompokan desil dalam DTSEN digunakan untuk menggambarkan posisi tingkat kesejahteraan masyarakat. Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan Desil 10 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Kepala Dinas Sosial Lampung Utara, Imam Hanafi, mengatakan masyarakat perlu melakukan pengecekan secara mandiri untuk memastikan data yang tercatat sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk memeriksa secara mandiri melalui operator desa/kelurahan atau bisa langsung ke Dinas Sosial. Ini dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui masuk desil berapa. Kalau tidak sesuai, maka segera lakukan usul sanggah untuk memperbaiki desil sesuai tingkat ekonominya, termasuk yang belum melakukan pemeringkatan,” jelas Imam Hanafi, Rabu (28/10/2026).
Menurut Imam, berdasarkan rekapitulasi per September 2026, DTSEN Dinas Sosial Lampung Utara mencatat sebanyak 223.450 keluarga penerima bantuan sosial dengan jumlah anggota keluarga mencapai 693.286 orang. Sementara itu, sebanyak 16.626 keluarga tercatat belum melakukan pemeringkatan.
“Misalnya ada keluarga tidak mampu, namun desilnya tinggi, maka segera lakukan usul sanggah. Nanti akan dilakukan ground check (GC) oleh petugas terkait,” ujarnya.
Diketahui, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lampung Utara tercatat sebanyak 39.157 keluarga. Penerima Bantuan Sembako sebanyak 62.803 keluarga, Bantuan Langsung Tunai Sementara sebanyak 115.756 keluarga, serta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD Kabupaten Lampung Utara sebanyak 58.142 keluarga.
Dinas Sosial Lampung Utara mengimbau masyarakat untuk aktif memeriksa dan memperbarui data apabila terdapat ketidaksesuaian agar penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran.(**/San)
















Komentar