oleh

Tiga Karya Film Ini Dominasi Kategori Penghargaan Festival Film Lampung 2026

banner 468x60

BANDAR LAMPUNG — Unit Kegiatan Mahasiswa Darmajaya Computer and Film Club (UKM DCFC) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya sukses menggelar Malam Anugerah Festival Film Lampung (FFL) 2026 di Aula Rektorat Lantai III IIB Darmajaya, Minggu (10/5/26). Ajang tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-17 ini menjadi ruang apresiasi bagi insan perfilman muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Sekretaris UKM DCFC, M. Akbar Caesario, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemenang Festival Film Lampung 2026. Ia berharap penghargaan yang diberikan mampu menggairahkan perkembangan perfilman nasional.
“Selamat kepada setiap pemenang kategori FFL 2026. Semoga dapat menggairahkan perfilman di Indonesia,” ujarnya.

banner 336x280

Sementara itu, perwakilan juri nasional, Dimas Bagus ICS, mengungkapkan apresiasinya atas kesempatan menjadi bagian dari Festival Film Lampung 2026. Menurutnya, film bukan sekadar gambar bergerak, melainkan ruang lahirnya karya dan kejujuran para pembuat film.

Baca : Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah adakan Groundbreaking Gedung MTC,

“Film bukan gambar bergerak. Malam ini hadir di karya-karya. Mungkin tidak semua karya lahir dalam kesempurnaan, tetapi film yang jujur akan selalu memiliki tempat. FFL bisa menjadi ruang tumbuh sineas, ruang belajar, dan ruang berkarya,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus berkarya serta mengapresiasi kerja keras panitia dan sponsor yang telah mendukung pelaksanaan festival tersebut.
“Semoga FFL 2026 bukan hanya menjadi sebuah acara, tetapi langkah kecil untuk terus menyalakan perfilman di Lampung,” tambahnya.

Wakil Rektor Bidang Nonakademik IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, menyampaikan bahwa Festival Film Lampung telah menunjukkan konsistensi selama 17 tahun penyelenggaraan.
“FFL yang ke-17 selalu konsisten dalam pelaksanaannya. Jangan sampai film Indonesia ini punah. Kalau bukan kita yang menggerakkan, siapa lagi,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar penyelenggara segera mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Festival Film Lampung sebagai bentuk perlindungan terhadap karya dan identitas festival.
“Ini penting karena tidak semua anak muda mau menggelar festival film,” katanya.

Baca : Hadirkan 3 Juri Nasional FFL 2026, UKM DCFC Gelar Coaching Clinic Sineas Muda di Lampung

Dalam kesempatan tersebut, Muprihan juga menyinggung sejumlah karya film nasional seperti Shaka, Istri Masa Depan, dan Kuyank sebagai momentum untuk menjadikan Indonesia tuan rumah di negeri sendiri melalui industri perfilman.

Pada Malam Anugerah Festival Film Lampung 2026, panitia mengumumkan sejumlah pemenang dari berbagai kategori, di antaranya:

Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Muji Setyowati melalui film Tembelek produksi B2Film (Banjarnegara).
Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Agung Teri melalui film Tutup Hari Kiamat produksi Hisstory Films (Jawa Timur).

Penyunting Gambar Terbaik: Dzauqy Naufal melalui film Tutup Hari Kiamat.

Penata Gambar Terbaik: Andreas Kurniadi melalui film GIN SWA produksi Kapsul Waktu Studio & EAT Pictures.
Penata Suara Terbaik: Sulthan Bahri melalui film GIN SWA.
Ide Cerita Terbaik: Dzauqy Ilham melalui film Tutup Hari Kiamat.
Aktris Terbaik: Asmara Abigail melalui film GIN SWA.

Baca : SUMU Buka Program Exclusive Business Trip ke Yiwu China, Dorong Pengusaha Akses Produk Langsung dari Pabrik

Aktor Terbaik: Aldiansyah Azura melalui film A Cat Can Look at a King.
Sutradara Terbaik: Deris Muhamad melalui film A Cat Can Look at a King.
Film Terfavorit Umum: Untuk Hari Esok.
Film Terfavorit Lampung: Abah.
Film Pelajar Terbaik: Tembelek.
Film Lampung Terbaik: Silhouete.

Festival Film Lampung 2026 diharapkan terus menjadi wadah pengembangan kreativitas sineas muda serta memperkuat ekosistem perfilman daerah dan nasional. (**)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *