BANDAR LAMPUNG – Jika mendengar Program Studi Sistem Komputer/Internet of Things (IoT), banyak orang membayangkan ruangan penuh kabel, papan rangkaian elektronik, solder yang mengepul, hingga deretan mahasiswa laki-laki sibuk merakit perangkat. Namun, anggapan itu seketika berubah ketika bertemu Ras’yah Khairunnisa.
Mahasiswi semester empat Program Studi Sistem Komputer/IoT Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya ini membuktikan bahwa dunia teknologi bukan hanya milik kaum pria. Di balik parasnya yang anggun, Ras’yah justru akrab dengan mikrokontroler, jaringan komputer, Internet of Things (IoT), hingga aktivitas merakit perangkat elektronik yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Perjalanan Ras’yah di dunia teknologi bukan dimulai saat kuliah. Sejak duduk di bangku SMK, ia telah memilih jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Bekal itulah yang membuatnya semakin mantap melanjutkan pendidikan ke Program Studi Sistem Komputer.
“Saya memilih Prodi Sistem Komputer karena sejak SMK mengambil jurusan TKJ, jadi sudah cukup familiar dengan dunia komputer dan jaringan. Saya ingin belajar lebih dalam lagi karena di Sistem Komputer tidak hanya mempelajari software, tetapi juga hardware. Pengetahuannya jadi lebih luas dan sesuai dengan minat saya di bidang teknologi,” ungkapnya saat diwawancarai Kamis (2/7/2026).
Bagi sebagian orang, praktik menggunakan solder, merakit rangkaian elektronik, atau menghubungkan berbagai komponen perangkat keras mungkin terlihat rumit. Namun, bagi Ras’yah, justru di situlah letak keseruannya.
Menurutnya, perkuliahan di Sistem Komputer memberikan pengalaman belajar yang jauh dari kata membosankan. Hampir setiap mata kuliah dipadukan dengan praktik sehingga mahasiswa dapat langsung mengimplementasikan ilmu yang dipelajari.
“Yang membuat kuliah di Sistem Komputer seru adalah banyak praktik dan proyek yang bisa langsung diterapkan. Kami belajar perancangan jaringan komputer, pemrograman, mikrokontroler, Internet of Things (IoT), hingga berbagai teknologi terbaru. Tantangan memecahkan masalah dan menciptakan solusi berbasis teknologi membuat proses belajar menjadi semakin menarik,” ujarnya.
Keberadaan Ras’yah menjadi bukti bahwa perempuan memiliki peluang yang sama besar untuk berkarier di bidang teknologi. Ketelitian, kreativitas, dan kemampuan berpikir logis menjadi modal penting yang tidak ditentukan oleh gender.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, semakin banyak perempuan yang menunjukkan kiprahnya sebagai inovator dan problem solver. Ras’yah menjadi salah satu representasi generasi muda yang berani menembus stigma bahwa dunia perangkat keras dan teknologi hanya cocok untuk laki-laki.
Baca : Program JKN Makin Kuat, Tercatat 1,9 Juta Pemanfaatan Layanan Setiap Hari
Lewat semangat belajarnya, ia ingin menunjukkan bahwa perempuan juga mampu merancang, memprogram, hingga mengembangkan berbagai solusi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. Pada akhirnya, kemampuan tidak ditentukan oleh siapa yang memegang solder, melainkan oleh siapa yang terus mau belajar dan berinovasi. (**)


















Komentar