LAMPUNG UTARA – Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, Bupati Hamartoni Ahadis menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pelaksanaan Lampung Culture Fest 2026 Parade Kikat Lampung, Senin (7/9/2026) malam di Pusiban Agung Kotabumi.
“Saya ingin menegaskan bahwa para pembuat Kikat ini adalah pahlawan kebudayaan kita yang sesungguhnya. Jari-jemari terampil merekalah yang menjaga agar tradisi ini tidak mati dimakan waktu. Terima kasih telah menyalakan kembali api kecintaan terhadap akar budaya kita di tengah derasnya arus modernisasi global,” ucap Hamartoni, Bupati Lampung Utara.
Hamartoni menjelaskan, kebudayaan adalah kompas jati diri karena tanpa budaya, manusia bagaikan pohon yang kehilangan akarnya. Malam itu, pandangan dibuat terpana oleh rentetan Parade Kikat Puccak, ketegasan Parade Kikat Sepahit Lidah, serta Parade Kikat Lilik.
Kikat tentu bukan sekadar kain pengikat kepala. Kikat adalah mahkota kehormatan, lambang harga diri, keterampilan yang tinggi, serta rajutan doa-doa keselamatan dari para leluhur yang diwariskan turun-temurun.
“Setiap lipatannya menyimpan pengetahuan, setiap lekuknya mengandung pesan moral yang mendalam tentang kepemimpinan dan kebijaksanaan hidup. Nilai luhur warisan budaya inilah yang harus terus kita lestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang,” kata dia.
Ke depan, Bupati akan memperjuangkan agar Kikat Lampung masuk dalam usulan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada 2027 mendatang. Tentunya, diperlukan kerja kolektif melalui gerakan inventarisasi, dokumentasi, penelitian, serta pengkajian mendalam terhadap nilai sejarah Kikat Lampung.
“Mari kita jadikan momentum acara Lampung Culture Fest 2026 sebagai titik balik untuk memperkuat ketahanan budaya kita, sekaligus membuka gerbang ekonomi kreatif yang menyejahterakan para pelaku seni dan budaya. Kikat Lampung adalah wajah kita. Kikat Lampung adalah kekayaan kita. Semoga langkah kecil yang kita ayunkan malam ini menjadi lompatan besar bagi kelestarian adat budaya Lampung Utara di masa-masa yang akan datang,” ujar Bupati.
Tampak hadir dalam agenda tersebut Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi Lampung, Ir. H. Ansori Djausal, M.T.; Ketua Badan Perwatin Lampung Pepadun Kotabumi Tigo Gandung, H. A. Akuan Abung, beserta seluruh Perwatin dan Penyimbang Adat, serta para tokoh masyarakat, budayawan, seniman, dan pemerhati budaya.
















Komentar