oleh

Babinsa Koramil 410-03/TBU Bantu Warga Bangun Jembatan Perintis Garuda

banner 468x60

BANDAR LAMPUNG – Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali terlihat di Kampung Kihung, RT 08, Kelurahan Sukarame II, Kecamatan Telukbetung Barat, Kota Bandar Lampung. Personel Babinsa dari Koramil 410-03/TBU, Kodim 0410/KBL, terus mengawal dan membantu warga dalam pembangunan Jembatan Perintis Gantung yang dinantikan masyarakat.

 

banner 336x280

Memasuki hari ke-14 pembangunan (H+14), tepatnya pada Rabu (23/9/2026), kegiatan fisik terus dikebut. Berdasarkan laporan harian, pekerjaan saat ini berfokus pada pembuatan lubang tiang pancang.

 

Meski baru mencapai progres 5 persen, antusiasme personel TNI dan warga tetap tinggi untuk menyelesaikan infrastruktur tersebut.

 

Jembatan yang dibangun memiliki panjang 70 meter dan lebar 1,5 meter. Jembatan ini akan menjadi penghubung antara Kampung Kihung, Kelurahan Sukarame II, dan Kampung Impres, Kelurahan Batu Putuk.

 

Mayor Inf Bagus selaku Danramil 410-03/TBU menyatakan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.

 

“Kami hadir untuk memastikan pembangunan berjalan lancar. Jembatan ini nantinya akan mempermudah mobilitas warga, terutama untuk aktivitas ekonomi dan pendidikan,” ujarnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, personel Babinsa bahu-membahu bersama delapan tukang dan lima warga setempat. Meski cuaca sejak pagi hingga sore hari terpantau cerah dan medan cukup menantang, mereka tetap melanjutkan pekerjaan.

 

Sebanyak tiga personel TNI berada di lokasi untuk membantu proses pembangunan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat.

 

Salah satu warga, Suparno, mengungkapkan rasa syukurnya atas pembangunan jembatan tersebut.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak TNI, khususnya Babinsa, yang selalu ada membantu kami. Dulu untuk ke Kampung Impres kami harus memutar jauh. Nanti dengan jembatan ini jarak tempuh jadi jauh lebih singkat,” tuturnya.

 

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda diperkirakan memberikan dampak bagi sekitar 70 kepala keluarga (KK) atau sekitar 230 jiwa. Jembatan tersebut diharapkan dapat memangkas waktu tempuh sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga di dua kelurahan.

 

Hingga laporan ini diturunkan, situasi di lokasi pembangunan terpantau aman dan kondusif. Sinergi antara TNI AD dan masyarakat diharapkan terus terjalin hingga jembatan selesai dan dapat digunakan warga.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *