š Panduan Singkat Pelaksanaan Shalat Gerhana (Khusuf/Kusuf)
Ā
Assalamuāalaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jamaah Masjid Abdul Karim yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan ini kita akan melaksanakan Shalat Gerhana sebagai bentuk ketaatan dan ketundukan kepada Allah SWT atas peristiwa gerhana yang terjadi.
Gerhana bukanlah karena wafat atau lahirnya seseorang, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah ļ·ŗ. Dalam hadis sahih, Muhammad bersabda bahwa gerhana adalah tanda kebesaran Allah, maka ketika melihatnya kita diperintahkan untuk melaksanakan shalat, berdoa, berdzikir, dan bersedekah.
Tata Cara Shalat Gerhana
Shalat gerhana dilaksanakan dua rakaat, dengan tata cara khusus sebagai berikut:
š¹ Rakaat Pertama
- Niat di dalam hati
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah (jika biasa dibaca)
- Membaca Al-Fatihah dan surat yang panjang
- Rukuk (rukuk pertama) ā agak panjang
- Iātidal
- Membaca kembali Al-Fatihah dan surat
- Rukuk kedua ā lebih singkat dari rukuk pertama
- Iātidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
š¹ Rakaat Kedua
Dilaksanakan seperti rakaat pertama:
- Dua kali berdiri dan membaca Al-Fatihah
- Dua kali rukuk
- Dua kali sujud
Kemudian dilanjutkan:
- Tasyahud akhir
- Salam
Setelah shalat, dianjurkan imam menyampaikan khutbah atau tausiyah singkat yang mengingatkan tentang kebesaran Allah, pentingnya taubat, istighfar, dan memperbanyak amal shalih.














Komentar