oleh

SUMU Pekalongan Raya Akan Gelar Kopdar 2026, Perkuat Kolaborasi Pengusaha Muhammadiyah dan UMKM

banner 468x60

Pekalongan — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata PDM Kabupaten Pekalongan, serta Lembaga Pengembang UMKM PWM Jawa Tengah akan menggelar Kopdar SUMU Pekalongan Raya 2026 pada Ahad, 12 Juli 2026 di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan.

Mengusung tema “Membangun Kolaborasi, Memperkuat Ekosistem Bisnis Muhammadiyah”, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus konsolidasi bagi para pengusaha Muhammadiyah dan pelaku UMKM di wilayah Karesidenan Pekalongan dan sekitarnya. Acara akan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB dengan menghadirkan agenda konsolidasi ekosistem bisnis Muhammadiyah, pengenalan Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), serta sesi business matching dan networking.

banner 336x280

Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Mulyono Kastari mengatakan bahwa Muhammadiyah memiliki potensi ekonomi yang sangat besar apabila mampu disinergikan melalui kolaborasi antarpelaku usaha.

“Muhammadiyah tidak hanya kuat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Kopdar SUMU menjadi momentum untuk menyatukan para pelaku usaha dalam satu ekosistem yang saling menguatkan sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat,” ujarnya pada Kamis (09/07/2026).

Baca : Lulusan SMKN 4 Bandar Lampung, Ilham Zhava Prata Utama Mantap Pilih Prodi Sistem Informasi Unggul di Kampus Unggul IIB Darmajaya

Mulyono berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan kerja sama konkret di antara para pelaku usaha Muhammadiyah sehingga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi persyarikatan.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembang UMKM PWM Jawa Tengah, Khafid Sirotudin, S.E., M.Si. menilai bahwa penguatan UMKM harus dilakukan melalui kolaborasi, peningkatan kapasitas, serta perluasan jejaring bisnis.

“Pelaku UMKM saat ini tidak cukup hanya memiliki produk yang baik. Mereka membutuhkan akses pasar, jejaring kemitraan, pendampingan, dan ruang kolaborasi. Karena itu, Kopdar SUMU menjadi forum strategis untuk mempertemukan berbagai potensi tersebut agar tumbuh bersama,” katanya.

Menurut Khafid, sinergi antara pengusaha yang telah berkembang dengan UMKM yang sedang bertumbuh akan mempercepat lahirnya ekosistem bisnis Muhammadiyah yang sehat, inklusif, dan berdaya saing.

Adapun Pimpinan Serikat Usaha Muhammadiyah sekaligus Wakil Ketua Lembaga Pengembang UMKM PP Muhammadiyah, Ghufron Mustaqim, S.IP., M.P.A. menegaskan bahwa SUMU hadir sebagai rumah bersama bagi para pelaku usaha Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

“SUMU dibangun bukan sekadar sebagai komunitas bisnis, melainkan sebagai gerakan kolaborasi. Kami ingin para pengusaha Muhammadiyah saling mengenal, saling membeli produk, saling memperkuat usaha, hingga mampu menciptakan kolaborasi bisnis yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan anggota dan kemajuan ekonomi umat,” ungkapnya.

Baca : Transformasi Human Capital Berbasis Keluarga: Jalan Menuju Indonesia Emas 2045

Ghufron menambahkan bahwa forum Kopdar di berbagai daerah menjadi langkah penting untuk memperluas jaringan SUMU sekaligus mempercepat terbentuknya ekosistem bisnis Muhammadiyah yang terintegrasi dari tingkat daerah hingga nasional.

Selain sesi diskusi dan pengenalan organisasi, peserta juga akan mengikuti kegiatan business matching yang dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha lintas sektor agar dapat menjalin kemitraan bisnis secara langsung. Melalui sesi networking, peserta diharapkan memperoleh peluang kerja sama baru, memperluas pasar, sekaligus berbagi pengalaman dalam mengembangkan usaha.

Panitia mengundang para pengusaha Muhammadiyah, pelaku UMKM, maupun calon wirausahawan di wilayah Karesidenan Pekalongan dan sekitarnya untuk mengikuti kegiatan ini. Dengan biaya pendaftaran sebesar Rp50.000, peserta akan memperoleh fasilitas berupa snack, makan siang, kesempatan business networking, team building, serta peluang kolaborasi bisnis.

Melalui Kopdar SUMU Pekalongan Raya 2026, Muhammadiyah berharap lahir semakin banyak kolaborasi usaha yang mampu memperkuat ekonomi anggota, mendorong pertumbuhan UMKM, dan mewujudkan ekosistem bisnis Muhammadiyah yang semakin maju, mandiri, dan berkemajuan.

*[Media dan Publikasi Serikat Usaha Muhammadiyah/Soleh]*

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *