oleh

Soal Pembuat Beberapa Video Potensi Daerah, Kadis Kominfo Tubaba Menghindar

banner 468x60

TUBABA — Juru Kameramen muda dan Juru Fotografer Dinas Kominfo Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) dianggap kurang mampu dalam melakukan pembuatan Video potensi Daerah setempat. Selasa, 10 Maret 2026.

Berdasarkan dari hasil pantauan tim media Inspiratif.co.id, dalam Beberapa tahun terakhir, Dinas Kominfo Kabupaten Tubaba menganggarkan Beberapa Item, mulai dari Juru Kameramen dan Jura Fotografer yang didukung dengan pengadaan peralatan lainnya untuk mendukung berjalannya tugas dan fungsi tersebut, bahkan Dinas Kominfo setempat juga menganggarkan untuk editor baik untuk Audio dan Video serta lainnya.

banner 336x280

Dari Beberapa poin diatas, Dinas Kominfo dalam Beberapa tahun terakhir menggunakan anggaran untuk hal tersebut hingga Ratusan Juta Rupiah.

Namun anehnya, Dinas Kominfo tetap menganggarkan untuk Pembuatan Video Potensi Daerah, Pembuatan Video Wisata dan budaya yang dikerjakan oleh pihak ketiga yang menghabiskan Anggaran hingga Puluhan Juta Rupiah.

Menurut Kadis Kominfo Kabupaten Tubaba, hal tersebut dilakukan karena walaupun sekilas terlihat hanya sekedar merekam video, pada praktiknya tidak sesederhana menugaskan kameramen atau fotografer muda yang ada di Dinas Kominfo setempat.

“‎Tingkat kesulitannya ada di beberapa aspek utama, diantaranya Konsep & Narasi, ‎Video Pemerintah bukan sekadar gambar bagus, tapi harus punya alur cerita, pesan kebijakan, dan tujuan komunikasi Publik. ‎Video stunting misalnya, harus edukatif, sensitif, dan berbasis data, tidak boleh keliru narasi,” ucap Kadis Kominfo Tubaba melalui Deswanto selaku Kabid Medianya pada Senin, 09 Maret 2026.

Lebih lanjut, Deswanto menjelaskan, Standar Kualitas & Representasi Daerah, ‎Video potensi Daerah dan Wisata membawa citra Kabupaten, sehingga menuntut kualitas visual, audio, dan sinematografi yang profesional. ‎Kesalahan angle, pencahayaan, atau penyusunan adegan bisa menurunkan nilai promosi Daerah.

‎”Teknis Produksi yang Kompleks
‎Melibatkan: ‎Pengambilan gambar multi-angle, ‎Audio yang bersih Drone (jika ada) ‎Editing profesional (color grading, sound mixing, subtitle, motion graphic) ‎ini tidak cukup dikerjakan hanya dengan skill dasar kamera. Editing & Pasca Produksi Editor audio video berperan besar: Menyusun pesan agar efektif
‎Menyesuaikan durasi untuk berbagai platform (TV, media sosial, website) ‎Menjaga kesesuaian dengan etika dan regulasi Pemerintah,” jelas Deswanto.

‎”Tanggung Jawab Publik
‎Video Pemerintah adalah dokumen komunikasi resmi, bukan konten personal. ‎Kesalahan isi atau visual bisa berdampak pada misinformasi publik,” sambungnya.

Dalam ‎Kesimpulannya, Deswanto menuturkan, Kameramen muda dan juru foto muda tetap penting sebagai SDM pendukung, tetapi tidak bisa disamakan dengan kebutuhan jasa video profesional yang mencakup perencanaan, produksi, editing, hingga strategi komunikasi publik.
‎Karena itu.

“Anggaran jasa video bukan soal mahal atau tidak, melainkan menyesuaikan kompleksitas dan tanggung jawab output yang dihasilkan, itu saja penjelasan dari Pak Kadis Kominfo Tubaba yang bisa saya sampaikan, untuk lebih lanjut ada baiknya bisa dikomunikasikan langsung dengan Pak Kadis” tuturnya.

Sayangnya saat ingin dijumpai di Ruangannya, Aidil selaku Kadis Kominfo tidak ada ditempat, dihubungi melalui Via WhatsApp dan melalui Panggilan tidak ada jawaban hingga saat ini meski dalam keadaan aktif.(*)

Ikuti Saluran WhatsApp Inspiratif.co.id, Instagram : @inspiratif.co.id_official, X : @inspiratifL, @PORT_INSPIRATIF, laman Facebook Media Inspiratif.co.id, untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *