Lampung Utara, – Peningkatan akurasi dan kualitas data sebagai dasar perhitungan Dana Alokasi Umum (DAU) dalam perencanaan dan pelaksanaan Pembangunan Daerah. Merupakan kunci utama anggaran berjalan tepat sasaran.
Untuk itu, Wakil Bupati Lampung Utara Romli.M.H., bersama Pj. Sekda Kabupaten Lampung Utara Dra.Dina Prawitarini, Direktur Fasilitas Transfer dan Pembiayaan Utang Daerah Ditjen Otda Kementerian Dalam Negeri Nasrun, S.H., M.A. serta perwakilan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Utara. Membuka kegiatan Evaluasi dan Pemutakhiran Data Dasar Perhitungan Dana Alokasi Umum di Gedung Pusiban Agung, Sabtu 07 Februari 2026.
Wakil Bupati Lampung Utara Romli.,MH, mengatakan, validitas data menjadi kunci utama dalam memastikan alokasi anggaran berjalan tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya sinergi antar perangkat daerah dalam melakukan pemutakhiran data secara berkelanjutan. “agar kebijakan fiskal daerah dapat disusun lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.” Ucap dia.
Melalui kegiatan evaluasi ini diharapkan seluruh pihak terkait dapat menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi dalam pengelolaan data sehingga proses perhitungan Dana Alokasi Umum semakin transparan, akurat dan dapat mendukung peningkatan kinerja pembangunan di Kabupaten Lampung Utara.
Sementara terpisah, Kepala Plt. BPKAD Lampung Utara, Iskandar Helmi, menambahkan, DAU itu merupakan mutlak kewenangan Pemerintah Pusat, dan di mulai 2026 ini, bersama lintas sektor pihaknya sedang bekerja ekstra melakukan perbaikan data.
“Melihat DAU ini tidak bisa dari sari sisi saja. Semua Perangkat Daerah harus sama sama mau bekerja ekstra. Inovasi sudah dilakukan dan sedang berjalan.” Jelas Iskandar Helmi, Plt Kepala BPKAD diwakili Ali Muhajir Kabid Anggaran, kepada media ini.
Di tahun berjalan kepemimpinan Bupati Hamartoni Ahadis dan Wakil Bupati Romli, Pemkab Lampung Utara mengalami efisiensi. Namun hal itu bukan menjadi pokok koreksi. Saat ini bagaimana inovasi menuju perubahan berjalan hingga target kesetabilan, peningkatan DAU tercapai.
“Perhitungan data DAU masih perlu sinkronisasi lintas sektor, baik dari kependudukan, pendidikan, serta grafik angka kemiskinan warga, sehingga kita dapat menggunakan data terkini. Ditahun berjalan ini dilakukan rekonsiliasi evaluasi dan pemutahiran data dasar perhitungan DAU, dengan target di 2027 DAU kita meningkatkan.” Ucap dia. (ADV).








Komentar