oleh

Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT untuk Akses Khazanah Tarjih

banner 468x60

SURABAYA – Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah bersama Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah melalui LabMu mengembangkan ChatHPT, asisten berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu warga Persyarikatan mengakses Himpunan Putusan Tarjih (HPT) dan khazanah ketarjihan Muhammadiyah.

 

banner 336x280

ChatHPT resmi diluncurkan pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih XXXIII di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Kamis (5/11/2026).

 

Peluncuran ditandai dengan penekanan tombol oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bersama Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Ustadi Hamsah, Ketua PWM Jawa Timur Sukadiono, serta Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Mundakir.

 

Menelusuri Dokumen Tarjih Lewat Percakapan

 

Melalui ChatHPT, pengguna dapat bertanya, menelusuri, dan memahami putusan, fatwa, serta dokumen keagamaan Muhammadiyah melalui percakapan digital. Dokumen yang sebelumnya harus ditelusuri secara manual kini dapat ditemukan dengan lebih praktis.

 

Setiap jawaban dilengkapi rujukan sumber sehingga pengguna dapat menelusuri dasar penjelasannya.

 

ChatHPT berfungsi sebagai alat bantu untuk mengakses dan memahami rujukan keagamaan. Penetapan fatwa dan keputusan keagamaan tetap menjadi kewenangan Majelis Tarjih serta otoritas keilmuan yang berwenang.

 

Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah

 

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan bahwa kehadiran ChatHPT memudahkan warga dalam mengetahui keputusan dan fatwa, termasuk persoalan keagamaan yang dihadapi di tingkat masjid.

 

Ia meminta seluruh anggota pimpinan untuk akrab dengan ChatHPT agar tidak keliru dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama, serta tetap berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah.

 

Haedar juga mengapresiasi para pengembang dan menyebut kerja tersebut sebagai amal jariah.

 

Akses dan Keberlanjutan Layanan

 

Pada tahap awal, ChatHPT disebut dapat diakses oleh warga Muhammadiyah yang telah memiliki e-KTAM, dengan batas penggunaan 30 pertanyaan per hari.

 

Ke depannya, LabMu akan menyiapkan opsi akses tanpa batas melalui skema infak pengembangan. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu pembiayaan token AI, infrastruktur, serta keberlanjutan layanan.

 

Integrasi ChatHPT dengan aplikasi MASA ditargetkan berlangsung pada momentum Tanwir Muhammadiyah atau setelahnya, menyesuaikan kesiapan pengembangan aplikasi MASA oleh tim LabMu.

 

Bagian dari Ekosistem AIMU

 

ChatHPT merupakan produk pertama dalam ekosistem AIMU yang dikembangkan LabMu bersama MPI PP Muhammadiyah.

 

Selain ChatHPT, ekosistem AIMU juga mencakup dua produk lainnya, yakni:

 

1. AIMU One, platform agregasi berbagai model AI, seperti GPT, Claude, DeepSeek, dan lainnya dalam satu layanan terpadu. Produk ini ditargetkan meluncur pada akhir 2026.

 

2. AIMU Research, pusat pengetahuan dan riset berbasis AI yang diproyeksikan menjadi “big brain” Persyarikatan. Produk ini direncanakan terhubung dengan Satu Data Muhammadiyah dan ditargetkan meluncur pada Muktamar Muhammadiyah 2027 di Medan.

 

Menjawab “Hutang Peradaban”

 

Direktur Utama LabMu sekaligus Anggota Bidang V MPI PP Muhammadiyah, Asad Fatchul’ilmi, menyatakan bahwa pengembangan AIMU bukan sekadar menghadirkan produk teknologi baru.

 

“Ini adalah ikhtiar besar kami menjawab tantangan ‘hutang peradaban’ yang selalu digaungkan Ketua Umum, Prof. Haedar Nashir. Muhammadiyah harus menjadi kekuatan yang tidak hanya menjadi pengguna dan penikmat kemajuan teknologi, tetapi juga turut membentuk masa depan teknologi, riset, dan ilmu pengetahuan.”

 

“Kami berharap AIMU menjadi kontribusi nyata Persyarikatan dalam riset berbasis AI sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan,” tambahnya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *