Sigi — Minggu, 21 Juni 2026 , Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui MDMC Sulawesi Tengah terus memberikan layanan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi berkekuatan M6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi. Memasuki hari kelima pascabencana, relawan Pos Pelayanan (Posyan) MDMC yang bertugas di Kecamatan Palolo masih menjalankan berbagai layanan darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Layanan difokuskan di Desa Sarumana, Desa Ranteleda, dan Desa Ampera dengan total sasaran mencapai 464 jiwa terdampak. Hingga saat ini, gempa susulan masih terjadi hampir setiap hari sehingga menimbulkan dampak psikososial yang cukup besar, terutama bagi anak-anak dan lansia di Desa Sarumana. Sebagian warga juga masih merasa khawatir untuk kembali menempati rumah mereka.
Selain melakukan pemantauan kondisi masyarakat, MDMC terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dalam proses pendataan kerusakan rumah, fasilitas umum, serta kebutuhan layanan kesehatan. Pendataan masih berlangsung karena keterbatasan akses dan pasokan listrik di sejumlah wilayah terdampak.
Sejak hari pertama respons, MDMC Sulawesi Tengah telah mengoperasikan dapur umum untuk melayani kebutuhan pangan warga di Desa Sarumana, Ranteleda, dan Ampera. MDMC juga menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako dan perlengkapan mandi kepada warga terdampak di Desa Ampera yang disaksikan langsung oleh pemerintah desa setempat.
Baca : Milad ke-109 di Wonosobo, ‘Aisyiyah adalah Gerakan Perempuan yang Hidup dan Menghidupkan
Pada bidang layanan psikososial, relawan MDMC melakukan asesmen dampak psikologis serta memberikan dukungan psikologis awal (Psychological First Aid/PFA) bagi anak-anak terdampak di Desa Sarumana. Sementara itu, asesmen kesehatan juga telah dilakukan sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat pascabencana.
Dalam pelaksanaannya, beberpa kendala masih banyak terjadi, di antaranya keterbatasan stok LPG untuk operasional dapur umum, kebutuhan logistik yang belum sepenuhnya mencukupi seluruh warga terdampak, serta terbatasnya jumlah personel layanan psikososial. Hingga saat ini, operasional layanan darurat masih berjalan dengan dukungan dan swadaya relawan yang bertugas di lapangan.
MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui MDMC Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat terdampak dan memastikan layanan kemanusiaan tetap berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Dukungan dan kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan darurat serta mempercepat proses pemulihan masyarakat di wilayah terdampak gempa.(*)
*Aulia Taarufi*
*Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah*




















Komentar