MAGELANG – Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti pelaksanaan Purna Siswa dan Wisuda Tahfidz Juz 28, 29, dan 30 Angkatan ke-57 SD Muhammadiyah Gunungpring yang digelar di Semanggi Ballroom, Grand Artos Hotel & Convention Magelang, Selasa (16/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi 126 siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dasar sekaligus menorehkan prestasi dalam bidang tahfidz Al-Qur’an.
Ratusan tamu memenuhi ballroom yang megah tersebut. Selain 126 wisudawan, hadir pula orang tua atau wali siswa, tamu undangan, guru, serta berbagai unsur pimpinan pendidikan dan Persyarikatan Muhammadiyah. Kehadiran lebih dari dua wali siswa untuk setiap wisudawan menjadikan suasana semakin semarak dan penuh kebanggaan.
Acara diawali dengan prosesi wisuda yang berlangsung tertib dan penuh penghormatan. Para siswa yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an Juz 28, 29, dan 30 menerima penghargaan atas kerja keras mereka selama menempuh pendidikan di SD Muhammadiyah Gunungpring.
Baca : Berawal dari Hobi Desain, Mahasiswa Desain Interior IIB Darmajaya Sukses Bangun Usaha 3D Printing
Kepala SD Muhammadiyah Gunungpring Andri Noviatmi S.Pd, SI, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas capaian para siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki bekal karakter dan nilai-nilai keislaman yang kuat.
“Purna siswa bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Kami berharap para lulusan tetap menjaga semangat belajar, akhlak mulia, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an di mana pun mereka melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Selain sambutan dari kepala sekolah, acara juga menghadirkan perwakilan wali siswa, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang. Seluruh pembicara memberikan apresiasi atas komitmen sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pembinaan karakter dan tahfidz Al-Qur’an.
Keistimewaan acara semakin terasa ketika para siswa menampilkan pidato dalam empat bahasa, yakni bahasa Indonesia, Inggris, Arab, dan Jawa. Penampilan tersebut menunjukkan kemampuan komunikasi sekaligus penguasaan bahasa yang menjadi salah satu keunggulan pendidikan di SD Muhammadiyah Gunungpring.
Pada kesempatan itu juga diberikan berbagai penghargaan kepada siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Penghargaan khusus turut diberikan kepada siswa yang berasal dari keluarga dengan seluruh anggota keluarganya merupakan alumni SD Muhammadiyah Gunungpring, serta kepada siswa yang memiliki capaian hafalan Al-Qur’an terbanyak.
Puncak acara yang paling dinanti adalah pengumuman penerima hadiah umroh gratis bagi siswa terbaik Angkatan ke-57. Tahun ini penghargaan bergengsi tersebut diraih oleh Assaf Fikri Avicena.
Deni DK salah satu panitia acara menjelaskan bahwa pemilihan penerima hadiah umroh dilakukan melalui proses penilaian yang komprehensif. “Penilaian tidak hanya berdasarkan hafalan dan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga prestasi akademik, nonakademik, aspek spiritual, sosial, serta hasil wawancara. Assaf memperoleh akumulasi nilai tertinggi dari seluruh indikator tersebut,” jelasnya.
Pengumuman tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin. Rasa bangga dan syukur tampak terpancar dari wajah siswa maupun keluarga penerima penghargaan.
Baca : SUMU Catalyst Kenalkan Peluang Bisnis Perak melalui Webinar Bersama SilverMu
Menjelang akhir acara, suasana berubah menjadi penuh haru saat sesi refleksi yang melibatkan wali siswa, para siswa, dan guru. Tangis bahagia dan ungkapan terima kasih mewarnai momen perpisahan tersebut. Kebersamaan selama enam tahun yang telah terjalin menjadi kenangan berharga yang akan selalu melekat di hati seluruh keluarga besar SD Muhammadiyah Gunungpring.














Komentar