oleh

Lawan Gempuran Junk Food, Nasyiatul Aisyiyah Batang Ajak Keluarga Kembali ke Pangan Lokal

banner 468x60

BATANG — Di tengah semakin mudahnya masyarakat mengakses makanan cepat saji, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Batang mengajak keluarga kembali mengonsumsi pangan lokal yang lebih sehat, bergizi, dan mudah diperoleh di sekitar rumah. Kampanye tersebut dikemas melalui lomba memasak berbahan pangan lokal yang diikuti tujuh tim di halaman Pendopo Bupati Batang, Minggu (7/6/2026).

Beragam menu berbahan sayuran, protein hewani, hingga daun kelor disulap menjadi hidangan menarik yang cocok untuk keluarga maupun bekal anak sekolah. Isu ini menjadi semakin penting karena pola konsumsi masyarakat mulai bergeser ke makanan instan. Fast food merupakan makanan yang disiapkan dan disajikan dengan cepat. Tidak semua fast food buruk, tetapi banyak produk yang dijual mengandung kadar garam, gula, dan lemak jenuh yang tinggi.

banner 336x280

Sementara itu, junk food adalah makanan yang tinggi kalori tetapi rendah kandungan gizi, seperti serat, vitamin, dan mineral. Jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang, makanan jenis ini dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung.

Di sisi lain, pangan lokal justru menawarkan pilihan yang lebih sehat karena dapat dipadukan dengan sayuran, sumber protein, dan bahan alami yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar.
Ketua PDNA Kabupaten Batang, Saobiatun, mengatakan lomba memasak tersebut bukan sekadar ajang kreativitas, melainkan gerakan untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang makanan sehat.

Baca : Wamendikdasmen Fajar Silaturahmi ke Pesantren Cintawana, Kenang Pesan dan Jejak Keilmuan Haedar Nashir

“Lomba masak ini menggunakan bahan pangan lokal yang ada di Kabupaten Batang. Bahan-bahan tersebut bisa kita dapatkan setiap hari. Kita ingin mengampanyekan bahwa bahan dari daerah kita bisa diolah menjadi makanan yang bergizi, enak, dan menarik,” ujarnya.

Menurutnya, keluarga menjadi benteng pertama dalam membangun kebiasaan makan sehat, terutama bagi anak-anak yang saat ini lebih akrab dengan makanan instan dan jajanan cepat saji.

“Harapannya, kader Nasyiatul Aisyiyah semakin giat mengampanyekan makanan sehat dari rumah. Sejak dini anak-anak perlu dikenalkan bahwa makanan yang baik berasal dari bahan alami yang bisa kita lihat dan dapatkan di sekitar rumah,” imbuhnya.

Kreativitas Olah Pangan Lokal Masing-masing tim menghadirkan konsep yang berbeda. Tim Wonotunggal mengusung tema alam dengan memadukan abon, sayuran, dan aneka bumbu sebagai simbol unsur kehidupan.
“Tema kami alam. Ada abon yang menggambarkan tanah dan hiasan matahari sebagai simbol sumber kehidupan. Menu ini mengandung serat, vitamin, protein nabati dan hewani, serta kalium dan kalsium,” ujar Ipah, perwakilan tim Wonotunggal.

Sementara itu, tim Tersono 2 menghadirkan konsep “Nasi Kuning Ceria, Bekal Anak Sekolah” yang terdiri dari nasi kuning, steak ayam, dan olahan daun kelor sebagai sumber nutrisi.
“Ide kami sederhana, yaitu bekal anak sekolah yang sehat. Ada steak ayam dan sayur dari daun kelor sehingga kebutuhan gizinya bisa terpenuhi,” kata Lina.

Baca : SUMU Catalyst Gandeng Lumiguard, Edukasi Pelaku Usaha Antisipasi Ancaman Hama bagi Bisnis dan Kesehatan

Perempuan Jadi Penjaga Ketahanan Pangan Lomba memasak ini menjadi bagian dari rangkaian puncak Milad Nasyiatul Aisyiyah bertema “Aksi Ekologis, Srikandi Penjaga Peradaban.”

Sebelumnya, organisasi tersebut telah menggelar penghijauan di kawasan bekas longsor Kayulandak, Kecamatan Blado, aksi bersih Pantai Gringsing, gerakan menanam dari rumah, hingga edukasi ketahanan pangan keluarga.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Nasyiatul Aisyiyah ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan tidak bisa dipisahkan dari menjaga pola konsumsi masyarakat. Saobiatun menegaskan, perempuan memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas pangan keluarga sekaligus menyiapkan generasi yang lebih sehat.

“Dengan menjaga alam dan memperkuat ketahanan pangan, perempuan berperan sebagai penjaga keluarga sekaligus penjaga peradaban untuk generasi berikutnya,” tegasnya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed