BANDAR LAMPUNG – Kolaborasi dosen Program Studi Sistem Informasi Unggul dan mahasiswa Program Magister Teknik Informatika Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim peneliti berhasil meraih hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026 melalui riset bertajuk “Pengembangan Early Warning System Akademik Berbasis Random Forest sebagai Mitigasi Dini Drop Out Mahasiswa.”
Penelitian tersebut diketuai oleh Dr. Sutedi, S.Kom., M.T.I., dosen Program Studi Sistem Informasi IIB Darmajaya, dengan melibatkan
Dzaki Al Hafiz, mahasiswa Program Magister Teknik Informatika, sebagai anggota tim peneliti. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang memberikan solusi bagi dunia pendidikan.
Sutedi menjelaskan bahwa penelitian ini berangkat dari tingginya angka mahasiswa yang mengalami putus studi (drop out) di berbagai perguruan tinggi. Selama ini, identifikasi mahasiswa yang berisiko sering kali dilakukan setelah permasalahan berkembang sehingga peluang intervensi menjadi semakin kecil.
“Melalui penelitian ini kami ingin menghadirkan sistem yang mampu memberikan peringatan dini kepada dosen wali maupun ketua program studi mengenai mahasiswa yang berpotensi mengalami drop out. Dengan begitu, pendampingan akademik dapat dilakukan lebih cepat sehingga peluang mahasiswa menyelesaikan studinya juga semakin besar,” ujarnya saat diwawancarai pada Jumat (7/8/2026).
Penelitian ini mengembangkan Early Warning System (EWS) berbasis algoritma Random Forest, salah satu metode machine learning yang dinilai memiliki tingkat akurasi tinggi dalam melakukan klasifikasi data. Sistem akan memanfaatkan data akademik mahasiswa, seperti indeks prestasi, kehadiran, hingga riwayat akademik lainnya untuk memprediksi tingkat risiko mahasiswa secara lebih akurat.
Baca Juga : Tak Kalah Dengan Bali,Turis Dari Italia Beserta Ribuan Penonton Meriahkan Ngaben Massal Bali Nuraga
Selain menghasilkan prototype system, penelitian ini menargetkan publikasi pada jurnal nasional terakreditasi minimal SINTA 2, menghasilkan hak cipta (HAKI) untuk perangkat lunak yang dikembangkan, serta mendukung peningkatan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) hingga level 3.
Sutedi berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi solusi nyata bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan retensi mahasiswa sekaligus memperkuat transformasi tata kelola akademik berbasis data. “Teknologi kecerdasan buatan seharusnya tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan industri, tetapi juga mampu menjawab tantangan di dunia pendidikan. Kami berharap sistem ini dapat membantu kampus mengambil keputusan secara lebih cepat, akurat, dan berbasis data sehingga semakin banyak mahasiswa yang dapat menyelesaikan studinya tepat waktu,” tutupnya.(*)




















Komentar