oleh

Bawa Medali ke Panggung Wisuda, Mahasiswa Disabilitas UMPP Lulus Cumlaude dalam 7 Semester

banner 468x60

PEKALONGAN – Saat satu per satu wisudawan maju ke depan, ada pemandangan yang berbeda di Aula Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Rabu (10/6/2026).
Fikki Arifani Saputra melangkah menuju panggung wisuda sambil membawa beberapa medali renang yang telah mengantarkannya menjadi atlet berprestasi. Setelah menjalani prosesi pemindahan tali toga, mahasiswa Program Studi Sarjana Pendidikan Jasmani itu menerima ucapan selamat dari Rektor UMPP Dr. Nur Izzah, M.Kep., dan Wakil Rektor.

Di balik medali yang dibawanya, Fikki merupakan penyandang disabilitas sensorik netra kategori low vision yang berhasil menyelesaikan kuliah dalam waktu 3,5 tahun atau tujuh semester dengan predikat cumlaude dan IPK 3,64.

banner 336x280

Kuliah dan Latihan Renang Berjalan Bersama

Bagi Fikki, kuliah dan latihan renang sudah menjadi rutinitas yang dijalani setiap hari.
Pagi hari dimulai dengan latihan di kolam renang sebelum berangkat ke kampus. Setelah mengikuti perkuliahan, ia kembali menjalani latihan pada sore hari.
“Kalau pagi latihan, setelah latihan kuliah, sorenya latihan lagi,” kata Fikki.

Baca : Keren! Dosen IIB Darmajaya Resmi Sandang Gelar Doktor dengan Disertasi AI untuk Lawan Stunting, Jadi Doktor Pertama Prodi Sains Data

Ia mulai belajar renang sejak duduk di bangku SMP. Pada masa yang sama, kemampuan penglihatannya terus menurun hingga didiagnosis mengalami low vision. Kacamata yang dipakainya membantu aktivitas sehari-hari, tetapi tidak dapat mengoreksi penglihatannya secara penuh.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghentikannya untuk terus berlatih dan mengikuti berbagai kompetisi.

Koleksi 14 Medali Tingkat Provinsi hingga Nasional

Selama menempuh pendidikan di UMPP, Fikki aktif mengikuti kejuaraan renang, baik sebagai peserta pribadi maupun mewakili kampus.

Prestasi yang berhasil dikumpulkan mencapai 14 medali, terdiri atas sembilan emas, dua perak, dan tiga perunggu dari berbagai ajang, mulai Kejuaraan Provinsi NPCI, Kejuaraan Antar Perkumpulan se-Indonesia, Pekan Paralimpik Provinsi Jawa Tengah, Kejuaraan Invitasi Cabang Olahraga Mahasiswa se-Indonesia, hingga Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII Tahun 2024.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah tampil di ajang Peparnas di Papua, bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Ingin Lanjut S2 dan Menjadi Pelatih

Setelah resmi menyandang gelar sarjana, Fikki telah menyiapkan langkah berikutnya.
Ia ingin melanjutkan pendidikan magister di bidang Pendidikan Olahraga sekaligus mewujudkan cita-citanya menjadi pelatih renang.

“Insya Allah ingin melanjutkan S2 Pendidikan Olahraga atau menjadi pelatih renang,” ujarnya.

Baca : Sinergi UPZ Permata Bank Syariah dan Lazismu Salurkan Rp 3,37 Miliar untuk Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas

UMPP Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif

Rektor UMPP Dr. Nur Izzah, M.Kep. mengatakan kampus terus membuka kesempatan bagi mahasiswa berkebutuhan khusus untuk memperoleh pendidikan tinggi sesuai kemampuan dan persyaratan program studi yang dipilih.

“UMPP tetap berkomitmen menyelenggarakan pendidikan inklusi. Kami memfasilitasi mereka yang mempunyai keterbatasan, tetapi juga memiliki keunggulan tertentu agar potensinya bisa berkembang secara optimal,” katanya.

Menurut Nur Izzah, Fikki menjadi salah satu contoh bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi akademik maupun nonakademik. Sebelumnya, UMPP juga memiliki mahasiswa tunarungu yang berhasil menyelesaikan studi pada Program Diploma III Manajemen Informatika.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *