BANTUL — Pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid akan hadir melalui Pasar Djadoel Tempuran Bintaran Kulon di Srimulyo, Piyungan, Bantul. Pasar yang mengangkat kuliner tradisional, pangan lokal, dan kepedulian lingkungan ini akan dibuka perdana pada Ahad Pahing (1/11), pukul 07.00–12.00 WIB.
Pasar Djadoel Tempuran merupakan inisiatif pemberdayaan ekonomi jamaah Masjid Al-Kautsar Bintaran Kulon yang dikembangkan bersama masyarakat melalui kolaborasi dengan Lembaga Pengembang (LP) UMKM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) dan LAZISMU DIY.
Tidak sekadar menjadi destinasi wisata kuliner, pasar ini dirancang sebagai ruang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, melestarikan budaya, mengenalkan pangan sehat, sekaligus membangun kesadaran terhadap kelestarian lingkungan.
Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah kuliner tradisional berbahan alami. Para pelapak diarahkan untuk menghadirkan makanan tanpa tambahan MSG, pewarna sintetis, dan bahan pengawet, dengan mengutamakan penggunaan bahan-bahan lokal.
Pasar ini juga mendorong pemanfaatan tepung mocaf (Modified Cassava Flour), yakni tepung berbahan dasar singkong yang dapat menjadi alternatif tepung terigu pada produk makanan yang sesuai.
Penggunaan mocaf diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada gandum impor sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani singkong dan pelaku usaha pengolahan pangan lokal.
Selain mengangkat kuliner tradisional, Pasar Djadoel Tempuran berkomitmen meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai. Para pedagang didorong menggunakan kemasan alami, seperti daun pisang, daun jati, besek bambu, dan berbagai wadah tradisional lainnya.
Lapak pedagang juga dirancang menggunakan meja bambu sederhana tanpa tenda atau bangunan permanen. Konsep ini diharapkan dapat mempertahankan suasana alami sekaligus menghadirkan kembali pengalaman berbelanja di pasar tradisional tempo dulu.
Berada di sekitar pertemuan Kali Opak dan Kali Gawe, pasar ini turut mengajak masyarakat menjaga kebersihan serta kelestarian sungai dan lingkungan sekitarnya.
Pada penyelenggaraan perdana, Pasar Djadoel Tempuran direncanakan menghadirkan sekitar 28 pelapak dengan lebih dari 50 jenis makanan, minuman, dan produk tradisional.
Pengunjung dapat menemukan beragam jajanan pasar, kuliner jadul, minuman rempah, hasil bumi, hingga kerajinan masyarakat. Pengalaman bertransaksi juga akan dibuat berbeda melalui penggunaan Dhuwit Pring, alat tukar khusus berbahan bambu yang digunakan di lingkungan pasar.
Suasana tradisional semakin terasa dengan kehadiran kesenian karawitan dan dolanan tradisional. Berbagai unsur tersebut diharapkan dapat menghadirkan kembali kehangatan kehidupan masyarakat Jawa tempo dulu sekaligus menjadi sarana mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda.
Lebih dari sekadar kegiatan ekonomi, Pasar Djadoel Tempuran menjadi bagian dari upaya memperluas peran masjid dalam kehidupan masyarakat. Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang pemberdayaan ekonomi dan penguatan kehidupan sosial.
Kolaborasi dengan LP UMKM PWM DIY dan LAZISMU DIY diharapkan dapat memperkuat pendampingan usaha, mendorong pengembangan produk, serta membangun ekosistem ekonomi umat yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, jamaah masjid dan masyarakat sekitar diharapkan memiliki ruang untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, serta memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber penghidupan.
Dengan mengusung semangat Ngrumat Tradisi, Ngrumat Bungahing Ati, Pasar Djadoel Tempuran mengajak masyarakat kembali menikmati kesederhanaan, kebersamaan, dan kekayaan tradisi di tengah suasana alam yang asri.
Pasar ini direncanakan berlangsung setiap selapan atau 35 hari sekali. Melalui penyelenggaraan secara berkala, kegiatan tersebut diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama untuk merawat tradisi, menghidupkan ekonomi warga, menjaga lingkungan, dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.
Informasi Pembukaan Perdana Pasar Djadoel Tempuran:
– Hari, tanggal: Ahad Pahing, 1 November 2026
– Waktu: 07.00–12.00 WIB
– Lokasi: Tempuran Bintaran Kulon, Srimulyo, Piyungan, Bantul
– Agenda: Kuliner tradisional, pangan lokal, karawitan, dolanan tradisional, dan transaksi menggunakan Dhuwit Pring
– Google Maps: https://maps.app.goo.gl/ogc3MbmLmonvvS7D9
– Informasi: 0851-6289-5747



















Komentar