oleh

IIB Darmajaya Ciptakan Sistem AI Pendeteksi Banjir Real-Time untuk Kota Bandar Lampung

banner 468x60

BANDAR LAMPUNG — Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menyiapkan layanan digital berbasis teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk memantau serta memberikan informasi banjir secara real-time di wilayah Kota Bandar Lampung. Sistem ini ditujukan untuk mendukung mitigasi bencana pemerintah daerah sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Layanan tersebut terintegrasi dalam dashboard Smart City Monitoring yang mampu menampilkan berbagai indikator penting, mulai dari status tinggi muka air sungai, kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU), armada pengangkut sampah, hingga peringatan dini banjir. Pada kondisi tertentu, sistem akan secara otomatis mendeteksi kenaikan level air dan mengirimkan peringatan bahaya kepada operator.

banner 336x280

Dekan Fakultas Ilmu Komputer IIB Darmajaya, Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom, mengatakan pengembangan sistem ini merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital kota.
“Kami berupaya menghadirkan teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga solutif terhadap persoalan lingkungan perkotaan. Dengan sistem pemantauan banjir real-time, informasi dapat diterima lebih cepat sehingga langkah mitigasi bisa dilakukan secara efektif,” ujarnya saat diwawancarai pada Selasa (17/3/26).

Salah satu fitur utama yang disiapkan adalah notifikasi otomatis kepada masyarakat melalui WhatsApp serta integrasi dengan kamera pengawas (CCTV) di titik pemantauan sungai. Ketika sensor IoT mendeteksi kenaikan tinggi air melampaui ambang batas, peringatan akan langsung dikirimkan kepada pihak terkait dan warga di wilayah rawan banjir.

Selain faktor curah hujan dan kondisi drainase, persoalan sampah juga menjadi perhatian dalam sistem Smart City Darmajaya. Platform tersebut dilengkapi fitur monitoring armada angkutan sampah dan kapasitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) berbasis IoT. Pemerintah daerah dapat memantau rute kendaraan, tingkat kepenuhan tempat sampah, hingga kapasitas TPS secara digital.

Menurut Prof. Said, ke depan pengelolaan sampah diharapkan tidak lagi berakhir di TPS, melainkan diselesaikan sejak dari rumah tangga melalui konsep ekonomi sirkular. Dalam konsep ini, sampah dipilah sejak sumbernya dan dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai ekonomi sehingga mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus meminimalkan potensi banjir.

Pengembangan sistem dilakukan secara kolaboratif lintas program studi di lingkungan IIB Darmajaya. Program Studi Sistem Komputer berperan dalam merancang sensor IoT dan perangkat keras pemantauan lingkungan, sementara Program Studi Sistem Informasi mengembangkan platform aplikasi dan sistem penyebaran informasi digital.

Di sisi lain, Program Studi Teknik Informatika menerapkan teknologi AI untuk analisis data, pemetaan wilayah rawan banjir, serta prediksi potensi banjir berdasarkan pola historis. Adapun Program Studi Sains Data bertanggung jawab pada proses pre-processing dan pengolahan awal data sensor agar siap digunakan dalam analitik prediktif.
Melalui inovasi ini, Darmajaya berharap dapat menghadirkan ekosistem Smart City yang komprehensif sehingga informasi kebencanaan dapat diketahui lebih cepat, akurat, dan dapat ditindaklanjuti secara optimal oleh pemerintah maupun masyarakat.(**)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *