oleh

Wamen Fajar: Saat Kepercayaan Meninggi, Muhammadiyah Dituntut Naikkan Kualitas

banner 468x60

Jakarta — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa meningkatnya kepercayaan publik terhadap Muhammadiyah harus dijawab dengan peningkatan kualitas terutama dalam dunia pendidikan yang selama ini menjadi salah satu gerakan dakwah Muhammadiyah.

Hal tersebut disampaikan dalam Halal Bi Halal di Perguruan Muhammadiyah Tebet Timur pada Selasa (31/03).

banner 336x280

“Ketika akhir akhir ini kita melihat kepercayaan publik meningkat, maka tuntutan terhadap kualitas juga ikut naik. Muhammadiyah harus menjawab itu dengan keunggulan nyata,” tegas Wamen Fajar.

Ia menegaskan, sejak diberi amanah mendampingi Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjalankan arah kebijakan pendidikan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya keadilan dalam sistem pendidikan nasional, maka tidak perlakuan yang berbeda antara sekolah negeri dan swasta.

“Arahan Bapak Presiden Prabowo jelas, kebijakan pendidikan harus berkeadilan. Tidak boleh ada kesenjangan akses, perhatian, dan pelayanan antara sekolah negeri dan sekolah swasta,” ujarnya.

Sebagai contoh, menurutnya kebijakan yang berkeadilan terus diperkuat di bawah kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, melalui berbagai langkah strategis yang berpihak pada keberlanjutan ekosistem pendidikan.

Salah satu langkah konkret adalah diterbitkannya Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025 tentang redistribusi guru ASN PPPK, yang memungkinkan guru kembali mengajar di sekolah asal, termasuk sekolah swasta.

“Kebijakan ini penting untuk menjaga kekuatan SDM di sekolah swasta, termasuk sekolah sekolah yang dimiliki Muhammadiyah,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan konsep sekolah terintegrasi dari jenjang dasar hingga menengah atas sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan nasional.

“Kita ingin memastikan kesinambungan pendidikan dalam satu sistem yang utuh,” tambahnya.

Dalam konteks lembaga pendidikan yang dikelola Muhammadiyah, Wamen Fajar menekankan pentingnya transformasi dari orientasi kuantitas menuju kualitas.

“Sekolah Muhammadiyah harus semakin inovatif dan adaptif. Tidak cukup hanya mengejar jumlah siswa, tetapi harus fokus pada kualitas dan mampu menjangkau segmen kelas menengah ke atas,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan hasil survei media sosial yang menunjukkan sekitar 90 hingga 92 persen responden memiliki pandangan positif terhadap Muhammadiyah, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

“Yang menarik, hampir setengah dari responden tersebut berasal dari masyarakat non-Muhammadiyah. Ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah telah menjadi kekuatan yang diterima secara luas oleh berbagai lapisan masyarakat ,” ungkapnya.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan modal sosial yang besar sekaligus amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata.

“Kepercayaan itu sudah tinggi. Kini saatnya Muhammadiyah menjawabnya dengan kualitas, inovasi, dan pelayanan terbaik,” pungkas Wamen Fajar.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed