SIDRAP — Tim dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Smart School Entrepreneurship: Integrasi Literasi Artificial Intelligence berbasis Google Gemini terintegrasi Augmented Reality untuk Pengembangan Inovasi Produk dan Digital Marketing Siswa SMAN 5 Sidrap” di UPT SMAN 5 Sidenreng Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, pada tahun 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) PNBP Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar Tahun 2026, dengan bidang fokus Sosial Humaniora, Seni Budaya, dan Pendidikan.
Program dipimpin oleh Hajar Dewantara, S.Pd., M.Pd. sebagai Ketua Tim Pengabdi, bersama Prof. Dr. Basri Bado, S.Pd., M.Si. dan Andika Isma, S.Pd., M.M. sebagai anggota. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa UNM, yakni A. Muh Naufal Anugrah Ihsan dan Wahda Putri Maulia, dalam proses pelatihan dan pendampingan peserta.
Program Smart School Entrepreneurship dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Augmented Reality (AR) sebagai alat pendukung inovasi produk, pengembangan ide bisnis, serta pemasaran digital. Siswa diarahkan menggunakan teknologi bukan sekadar untuk aktivitas konsumtif, tetapi sebagai instrumen produktif untuk menciptakan nilai ekonomi.
Berdasarkan hasil observasi awal tim, SMAN 5 Sidrap memiliki potensi yang besar dalam pengembangan kewirausahaan siswa. Sekolah berada di wilayah yang mempunyai berbagai potensi sumber daya lokal, seperti produk pertanian, kuliner lokal, serta kerajinan tangan yang dapat dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai ekonomi. Namun, siswa masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan AI untuk inovasi produk, pengembangan diferensiasi produk, strategi digital marketing, serta penggunaan teknologi visual interaktif.
Kondisi tersebut menjadi dasar pengembangan pendekatan Smart School Entrepreneurship yang mengintegrasikan literasi AI berbasis Google Gemini, inovasi produk berbasis potensi lokal, digital marketing, dan Augmented Reality dalam satu rangkaian pembelajaran kewirausahaan berbasis teknologi.
Dalam pelaksanaan program, Ketua Tim Pengabdi, Hajar Dewantara, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa perkembangan kecerdasan buatan perlu dipandang sebagai peluang untuk memperkuat kreativitas dan kemampuan kewirausahaan siswa.
“Generasi muda tidak cukup hanya mengenal teknologi, tetapi perlu memahami bagaimana menggunakannya untuk menghasilkan sesuatu yang produktif. Melalui Google Gemini, siswa kami dorong untuk mengeksplorasi ide bisnis, mengembangkan konsep produk, merancang kemasan, hingga menghasilkan konten pemasaran. Ketika kemampuan tersebut dipadukan dengan Augmented Reality, produk siswa dapat dikembangkan dan dipromosikan dengan cara yang jauh lebih kreatif dan interaktif,” ujarnya.
Menurut Hajar, konsep Smart School Entrepreneurship juga diarahkan agar teknologi tidak menggantikan kemampuan berpikir siswa, melainkan menjadi alat yang memperkuat kreativitas, analisis, dan proses pengambilan keputusan.
“AI bukan pengganti kreativitas siswa. Justru yang ingin kami bangun adalah kemampuan menggunakan AI secara kritis dan bertanggung jawab. Siswa tetap menjadi kreator utama, sementara teknologi membantu mereka mengeksplorasi lebih banyak kemungkinan dalam inovasi produk dan pemasaran digital,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPT SMAN 5 Sidenreng Rappang mengapresiasi kolaborasi dengan Universitas Negeri Makassar karena program tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan siswa menghadapi perkembangan teknologi dan dunia kewirausahaan yang semakin digital.
“Program seperti ini memberikan pengalaman yang sangat relevan bagi siswa kami. Mereka tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai kewirausahaan, tetapi langsung diperkenalkan dengan Artificial Intelligence, digital marketing, dan Augmented Reality yang saat ini berkembang sangat cepat. Kami berharap keterampilan tersebut dapat mendorong siswa semakin kreatif dalam melihat dan mengembangkan potensi yang ada di lingkungan mereka,” tuturnya.
Pihak sekolah juga berharap program tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi budaya pembelajaran kewirausahaan berbasis teknologi.
“Harapan kami, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh siswa dapat terus dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran maupun kewirausahaan di sekolah. Kolaborasi bersama Universitas Negeri Makassar ini juga diharapkan dapat terus berlanjut sehingga sekolah semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu mempersiapkan siswa menghadapi masa depan,” tambahnya.
Program dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dan berbasis proyek yang melibatkan dosen, mahasiswa, guru, dan siswa. Secara keseluruhan, kegiatan dirancang dalam lima tahapan, yakni persiapan, sosialisasi, pelaksanaan dan penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program.
Salah satu bagian utama kegiatan adalah Pelatihan Literasi Artificial Intelligence berbasis Google Gemini. Siswa diperkenalkan pada konsep AI dan Generative AI, kemudian diarahkan menggunakan Google Gemini untuk mengeksplorasi ide bisnis, membuat konsep produk, mengembangkan desain kemasan, dan menghasilkan konten pemasaran digital berbasis AI.
Melalui pelatihan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kecerdasan buatan, tetapi juga melakukan praktik pemanfaatan AI untuk mendukung aktivitas kewirausahaan. Program menargetkan sedikitnya 80 persen siswa mampu menggunakan AI untuk menghasilkan ide produk dan konten pemasaran.
Tahap berikutnya adalah Workshop Inovasi Produk Berbasis Potensi Lokal. Siswa didorong mengidentifikasi berbagai sumber daya yang terdapat di wilayah Sidrap dan mengembangkannya menjadi ide produk kreatif yang mempunyai nilai tambah ekonomi.
Proses pengembangan produk menggunakan pendekatan design thinking, mulai dari eksplorasi masalah, ideasi, pembuatan prototipe, hingga pengujian produk. Siswa juga dibimbing mengeksplorasi ide dengan bantuan AI, merancang konsep produk, membuat desain kemasan yang menarik, dan mengembangkan prototipe.
Melalui workshop tersebut, program menargetkan lahirnya sedikitnya 5 hingga 10 prototipe produk inovatif yang dikembangkan siswa, terutama dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia di wilayah Sidrap.
Penguatan kewirausahaan kemudian dilanjutkan melalui Pelatihan Digital Marketing berbasis Artificial Intelligence dan Augmented Reality. Pada tahap ini, siswa dilatih membuat konten promosi digital dengan bantuan AI, mulai dari penyusunan caption, desain visual, strategi branding, hingga optimalisasi media sosial sebagai saluran pemasaran produk.
Teknologi Augmented Reality dimanfaatkan untuk membuat media promosi dan katalog produk digital interaktif. Melalui AR, informasi mengenai produk dapat disajikan dalam bentuk visual yang lebih menarik, termasuk video, animasi, maupun visualisasi tiga dimensi, sehingga konsumen memperoleh pengalaman yang berbeda saat berinteraksi dengan produk siswa.
Program menargetkan sedikitnya 70 persen siswa mampu membuat konten promosi digital dan strategi pemasaran sederhana yang terintegrasi dengan AR.
Integrasi Google Gemini dan AR menjadi karakter utama kegiatan ini. Google Gemini membantu siswa mengeksplorasi ide, mengembangkan produk, dan menghasilkan komunikasi pemasaran, sedangkan AR memperkuat cara produk tersebut divisualisasikan dan dipresentasikan kepada calon konsumen.
Dengan demikian, teknologi tidak diajarkan secara terpisah, tetapi ditempatkan sebagai bagian dari keseluruhan proses kewirausahaan, mulai dari identifikasi peluang, eksplorasi ide dengan AI, inovasi produk, desain dan kemasan, branding, konten digital, hingga promosi interaktif berbasis AR.
Program tersebut juga mempunyai orientasi keberlanjutan melalui Pembentukan Ekosistem Smart School Entrepreneurship. Salah satu targetnya adalah terbentuknya komunitas kewirausahaan digital siswa disertai modul pembelajaran berbasis AI dan entrepreneurship yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran maupun kegiatan kewirausahaan sekolah.
Guru juga ditempatkan sebagai bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program. Hasil kegiatan diarahkan agar dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler, sementara mahasiswa berperan sebagai co-teacher dan pendamping dalam proses transfer pengetahuan dan praktik teknologi kepada guru serta siswa.
Evaluasi program dilakukan secara bertahap melalui pre-test dan post-test, latihan pada modul, diskusi interaktif, serta evaluasi proyek untuk melihat perkembangan pengetahuan dan kemampuan peserta setelah mengikuti pelatihan.
Selain memperkuat kompetensi siswa, program ini mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 17 tentang Kemitraan.
Melalui program Smart School Entrepreneurship, kolaborasi antara Universitas Negeri Makassar dan SMAN 5 Sidrap diharapkan mampu menghadirkan model pendidikan kewirausahaan sekolah yang tidak hanya mengajarkan bagaimana memulai usaha, tetapi juga bagaimana menggunakan teknologi secara kreatif, kritis, produktif, dan bertanggung jawab untuk menciptakan inovasi serta nilai ekonomi.
Integrasi Artificial Intelligence berbasis Google Gemini, inovasi produk lokal, digital marketing, dan Augmented Reality diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun generasi schoolpreneur yang lebih adaptif terhadap perubahan, mampu memanfaatkan potensi daerah, serta memiliki kesiapan untuk bersaing dalam ekosistem ekonomi digital.
Pada akhirnya, program ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan individual siswa, tetapi berkembang menjadi ekosistem kewirausahaan digital yang berkelanjutan di SMAN 5 Sidrap, sekaligus menjadi model pembelajaran kewirausahaan berbasis teknologi yang berpotensi direplikasi di sekolah lain.

















Komentar