oleh

Tanwir I HW di UM Metro, Nyoto Suseno, Aman Suyadi, dan Zulkifli Hasan Soroti Kemandirian Bangsa

-Metro-43 Dilihat
banner 468x60

METRO – Hari kedua Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) periode Muktamar IV 2023-2028 di Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Jumat (9/10/2026), menyoroti penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, dan kemandirian pangan sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi bangsa.

 

banner 336x280

Rektor UM Metro, Nyoto Suseno, menegaskan peran perguruan tinggi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Memasuki usia ke-60 pada 2026, UM Metro terus mengembangkan layanan pendidikan, termasuk melalui pembukaan Program Studi Kedokteran Hewan yang relevan dengan kebutuhan sektor pangan.

 

“Kami berharap UM Metro tidak hanya berkembang sebagai institusi pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kami juga mengundang kader HW untuk melanjutkan pendidikan di UM Metro,” ujarnya.

 

Nyoto menambahkan, pengembangan program studi menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. Penerimaan mahasiswa baru disebut masih dibuka hingga 16 Oktober 2026.

 

Ketua Umum Kwartir Pusat HW, Aman Suyadi, mengajak kader kepanduan berperan dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, HW memiliki potensi besar karena kadernya berasal dari beragam latar belakang profesi dan wilayah.

 

“Kader dan pembina HW dapat dilatih mengolah sampah rumah tangga dan sampah organik menjadi pupuk cair maupun kompos. Selain mengurangi persoalan sampah, langkah ini juga mendukung pertanian dan kemandirian pangan masyarakat,” katanya.

 

Ia menambahkan, pengolahan sampah perlu disertai pendampingan agar dapat diterapkan secara berkelanjutan. Upaya tersebut bisa dimulai dari rumah tangga dan pemanfaatan lahan pekarangan, sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan.

 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan pentingnya menjaga nilai perjuangan sekaligus mendorong masyarakat menjadi lebih produktif. Ia mengingatkan bahwa perubahan zaman tidak boleh membuat organisasi kehilangan prinsip yang menjadi landasan gerakannya.

 

“Manusia bisa berubah, tetapi platform perjuangan itu harus tetap menjadi pegangan,” tegasnya.

 

Zulkifli mengatakan, kemandirian pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga harus berdampak pada kesejahteraan petani dan nelayan. Karena itu, diperlukan kepastian pasar dan harga bagi petani serta dukungan fasilitas bagi nelayan, seperti tempat pelelangan ikan, pabrik es, penyimpanan dingin, dan perbaikan kapal.

 

Ia juga mendorong pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memperkuat ekonomi lokal, mengembangkan kegiatan produksi, dan membuka peluang usaha bagi masyarakat. Menurutnya, produktivitas dan pengembangan potensi lokal perlu ditingkatkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bantuan.

 

Tanwir I HW yang berlangsung pada 8-10 Oktober 2026 di UM Metro menjadi forum untuk memperkuat sinergi pendidikan, gerakan kepanduan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

Forum yang diikuti perwakilan HW dari berbagai wilayah Indonesia ini diharapkan menghasilkan gagasan dan langkah strategis untuk memperkuat kaderisasi serta memperluas kontribusi HW bagi persyarikatan, umat, dan bangsa.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *