KALIREJO – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung resmi membuka Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) di Masjid Taqwa Kalirejo, Jumat (6/11/2026), bertepatan dengan 26 Jumadilawal 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 November 2026, ini diikuti 60 peserta dari 12 masjid yang berasal dari sejumlah kabupaten di Provinsi Lampung.
Penyelenggaraan AM3 menjadi salah satu langkah Muhammadiyah Lampung dalam meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme sumber daya manusia pengelola masjid. Melalui program ini, para marbot diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan dalam menjalankan tugas operasional masjid, tetapi juga memahami peran strategis masjid dalam membangun dan memberdayakan umat.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wakil Ketua PWM Lampung, Dr. Mansyur Hidayat, M.Sos.I. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa masjid memiliki peran penting dalam membangun kehidupan umat, terutama dalam memperkuat aspek spiritual dan kehidupan sosial masyarakat.
Menurutnya, fungsi masjid tidak semestinya hanya terbatas pada pelaksanaan ibadah mahdhah atau ritual keagamaan semata. Lebih dari itu, masjid harus mampu berkembang menjadi pusat pembangunan umat yang memberikan kontribusi nyata dalam berbagai bidang kehidupan.
Masjid perlu menjadi ruang pembinaan kerohanian, pendidikan, penguatan sosial, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, keberadaan masjid benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh umat, bukan hanya sebagai tempat beribadah, melainkan juga sebagai pusat peradaban dan kemajuan masyarakat.
Sementara itu, Syamsudin dari Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PWM Lampung memaparkan perkembangan organisasi Muhammadiyah di Provinsi Lampung. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa dari total 262 kecamatan di Lampung, terdapat 203 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Adapun jumlah masjid dan musala Muhammadiyah tercatat sebanyak 688 unit.
Data tersebut menunjukkan besarnya potensi jaringan dakwah Muhammadiyah di Provinsi Lampung. Keberadaan ratusan masjid dan musala tersebut menjadi modal penting dalam memperluas gerakan dakwah sekaligus mengoptimalkan masjid sebagai pusat pelayanan, pembinaan, dan pemberdayaan umat.
Selain agenda pembukaan akademi, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan secara simbolis berupa bibit padi, Al-Qur’an, dan beras masjid kepada tiga Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), yakni PDM Lampung Timur, PDM Lampung Tengah, dan PDM Tanggamus.
Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap penguatan berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari pertanian, pendidikan keagamaan, hingga kepedulian sosial. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para penerima serta membawa keberkahan bagi umat dan masyarakat luas.
Melalui pelaksanaan AM3 selama tiga hari, para peserta diharapkan memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam pengelolaan masjid di daerah masing-masing. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan marbot yang memiliki kapasitas, dedikasi, dan pemahaman yang lebih baik dalam menjalankan amanah pelayanan masjid.
Dengan hadirnya Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah, diharapkan pengelolaan masjid di lingkungan Muhammadiyah semakin profesional dan berkemajuan. Masjid tidak hanya terawat secara fisik dan administratif, tetapi juga semakin optimal dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
Lap: Rizal
Edit: Shodiq



















Komentar