oleh

Pemprov Lampung Turunkan Satgas BPBD Padamkan Karhutla

banner 468x60

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menggencarkan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fokus penanganan utama saat ini dikerahkan ke kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang mulai terbakar sejak pertengahan September 2026.

 

banner 336x280

“Sampai dengan hari ini, kondisi kebakaran hutan di Provinsi Lampung terdapat beberapa titik hotspot yang sedang kami tangani. Mulai dari tanggal 15 September hingga sekarang, pemerintah masih terus berupaya berjibaku memadamkan titik api utama yang berlokasi di TNWK,” tegas Kepala BPBD Lampung Aswarodi saat melakukan pemantauan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Posko OMC Bandara Raden Intan II, Sabtu (17/10/2026).

 

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat 73 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang dan 11 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Lampung. Khusus di area TNWK, terdeteksi 25 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang serta sejumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.

 

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemprov Lampung telah menyiagakan sebanyak 350 personel yang tergabung dalam Satgas Darat. Tim gabungan ini terdiri dari berbagai unsur, mulai dari Kodam, Batalyon, Kodim, BPBD Lampung Timur, hingga unsur Masyarakat Peduli Api.

 

Selain operasi melalui jalur darat, upaya pemadaman juga dilakukan melalui jalur udara atas permohonan Gubernur Lampung kepada BNPB. Bantuan satgas udara diwujudkan melalui pengerahan helikopter water bombing serta pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

 

Pelaksanaan OMC tersebut merupakan tindak lanjut permohonan Gubernur Lampung sekaligus atensi pemerintah pusat. Pemprov Lampung bekerja sama dengan vendor Smart Aviation dan telah melakukan penyemaian awan sejak 10 Oktober 2026.

 

Sejauh ini, tim udara telah melaksanakan tiga sorti penerbangan di wilayah udara Provinsi Lampung. Hujan ringan sempat turun pada 11 Oktober 2026 setelah penyemaian awan menggunakan bahan HCL, namun hujan tersebut turun di wilayah Metro dan Natar akibat pergerakan angin.

 

Operasi pemadaman melalui jalur udara menghadapi sejumlah kendala karena bergantung pada kondisi cuaca. Sejak 14 Oktober 2026, pertumbuhan awan konvektif di wilayah Lampung bagian timur dilaporkan minim sehingga proses penyemaian awan tambahan mengalami kendala.

 

Tantangan serupa dialami armada helikopter water bombing saat melakukan pemadaman langsung di dalam kawasan TNWK. Rapatnya tajuk dan tingginya vegetasi pohon membuat air dari helikopter tidak seluruhnya mencapai permukaan lahan.

 

Karena itu, kolaborasi antara tim water bombing dan 350 personel Satgas Darat diperlukan agar proses pemadaman dapat berjalan lebih optimal.

 

Selain TNWK, karhutla juga terpantau di sejumlah daerah lain, seperti Mesuji, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat.

 

Salah satu titik api yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial berada di dekat jalan tol perbatasan Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Tulang Bawang. Titik api tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya melalui penanganan jalur darat pada Sabtu pagi karena lokasi mudah dijangkau.

 

Proses pemadaman di kawasan tersebut dikoordinasikan BPBD Tulang Bawang Barat, BPBD Tulang Bawang, BPBD Lampung Tengah, bersama Damkar, Brimob, serta petugas pemadam internal PT HIM. Lahan yang terbakar di kawasan tersebut disebut merupakan area kebun karet, bukan lahan gambut seperti di kawasan taman nasional.

 

Terkait penyebab kebakaran di perkebunan karet tersebut, pihak berwenang menduga adanya faktor kelalaian manusia. Kemungkinan penyebab, mulai dari puntung rokok hingga dugaan unsur kesengajaan, masih dalam proses penyelidikan petugas.

 

Ke depan, BPBD bersama Smart Aviation akan terus memantau perkembangan cuaca dan menyiagakan armada pesawat OMC. Penyemaian awan akan kembali dilakukan apabila terdapat pertumbuhan awan konvektif yang memungkinkan di wilayah Lampung Timur.

 

Upaya yang menggabungkan pengerahan Satgas Darat dan operasi modifikasi cuaca tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan karhutla di Lampung. Penanganan kebakaran diperlukan untuk melindungi ekosistem, menjaga aktivitas transportasi, serta mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat asap bagi masyarakat. (*)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *