JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyepakati pembiayaan senilai Rp100 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI untuk mendukung rekonstruksi 20 ruas jalan prioritas dengan total penanganan sekitar 52 kilometer.
Pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Lampung Selatan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendukung akses masyarakat terhadap sentra produksi dan pelayanan publik.
Kesepakatan pembiayaan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian pinjaman daerah antara Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dan Direktur PT SMI Faris Pranawa di Aula PT SMI, Gedung Sahid Sudirman Center, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).
Penandatanganan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan Tri Umaryani, serta jajaran terkait.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengatakan, dukungan PT SMI menjadi bagian penting dalam mempercepat peningkatan infrastruktur jalan yang masih menjadi kebutuhan masyarakat.
Menurut Egi, posisi Lampung Selatan yang strategis dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang tinggi membutuhkan dukungan konektivitas yang semakin baik.
“Aksesibilitas adalah urat nadi konektivitas. Ketika jalan terbuka dan terhubung, maka peluang ekonomi, pelayanan publik, pendidikan hingga aktivitas sosial masyarakat juga ikut bergerak,” ujar Egi.
Ia berharap peningkatan 20 ruas jalan tersebut dapat memperlancar mobilitas masyarakat, membuka akses menuju sentra produksi, serta mendukung kawasan-kawasan yang memiliki potensi ekonomi.
“Konektivitas antarwilayah akan menjadi urat nadi perekonomian Lampung Selatan. Infrastruktur jalan yang semakin baik juga akan mendukung kegiatan masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi, sosial hingga pendidikan,” katanya.
Egi juga menekankan agar pembangunan dilaksanakan dengan memperhatikan kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu. Menurutnya, infrastruktur yang dibangun harus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Saya berharap kualitas pekerjaan harus bagus, sesuai kriteria dan spesifikasi, serta diselesaikan tepat waktu. Infrastruktur yang dibangun harus benar-benar dapat difungsikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lampung Selatan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur PT SMI Faris Pranawa mengatakan, penanganan jalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Lampung Selatan.
“Dengan total penanganan sekitar 50 kilometer, kami berharap pembiayaan ini dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, serta mendukung akses menuju sentra produksi, fasilitas pelayanan publik dan kawasan ekonomi potensial,” ujar Faris.
Program rekonstruksi jalan senilai Rp100 miliar tersebut mencakup 20 ruas jalan yang telah ditetapkan Pemkab Lampung Selatan sebagai prioritas penanganan pada 2026. Berdasarkan data Dinas PUPR Lampung Selatan, total panjang penanganannya mencapai sekitar 52 kilometer.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap pembangunan tersebut dapat meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendorong aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.
Pembangunan jalan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Lampung Selatan memperkuat konektivitas wilayah secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. (**/Kmf)




















Komentar