BANDAR LAMPUNG – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III (Siaga) terus dirasakan masyarakat Bandar Lampung. Hujan abu vulkanik yang menyelimuti sejumlah wilayah sejak Jumat (4/9/2026) lalu tidak hanya mengganggu aktivitas warga dan penerbangan, tetapi juga mengancam kesehatan serta kelancaran proses belajar mengajar.
Menyikapi situasi ini, jajaran Babinsa Kodim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL) bergerak cepat dengan menggelar aksi pembersihan masif di lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 8 Gedong Air pada Senin (7/9/2026).
Kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran TNI di tengah masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di sektor pendidikan. Dipimpin langsung oleh Babinsa setempat, puluhan personel dikerahkan untuk membersihkan area sekolah yang tertutup abu vulkanik.
Yang menjadi sorotan utama dalam aksi ini adalah pengerahan mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Kodim 0410/KBL untuk melakukan penyemprotan air bertekanan guna membersihkan abu yang menempel di halaman, gedung sekolah, dan fasilitas belajar lainnya.
“Kami mengerahkan mobil damkar agar proses pembersihan lebih cepat dan efektif. Abu vulkanik ini berbahaya jika terhirup atau terkena mata karena mengandung partikel silika seperti serpihan kaca. Dengan penyemprotan, abu langsung larut dan tidak beterbangan, sehingga aman bagi para siswa dan guru,” ujar Komandan Kodim 0410/KBL di sela-sela kegiatan.
Pembersihan ini sejalan dengan imbauan para ahli dan instruksi Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk melakukan penyemprotan di




















Komentar