oleh

Paguyuban Karyawan UM Metro Perkuat Kebersamaan Lewat Silaturahmi dan Tausiyah

-Metro-14 Dilihat
banner 468x60

METRO — Minggu siang (30/8/2026) pukul 10.30, kediaman Trio Suseno, S.Tp., di kawasan Yosodadi, Metro Timur, mendadak terasa lebih hidup dari biasanya. Sebanyak 47 anggota Paguyuban Karyawan Universitas Muhammadiyah (UM) Metro datang berbondong-bondong bersama keluarga tercinta. Bukan sekadar berkunjung biasa, kehadiran mereka adalah wujud nyata dari kerinduan akan kebersamaan, merajut senyum, dan saling menguatkan di tengah kesibukan rutinitas kampus.

 

banner 336x280

Di teras rumah yang dipenuhi kursi dan gelak tawa, aroma masakan rumah berpadu dengan obrolan hangat antarkeluarga. Ada anak-anak yang berlarian kecil, sementara para ibu saling bertukar cerita. Suasana kekeluargaan ini kian terasa istimewa tatkala sang tuan rumah, Trio Suseno, bersiap menyongsong babak baru kehidupan menjelang masa pensiunnya.

 

Ketua Paguyuban Karyawan UM Metro, Irfan Iqbal, membuka ruang kehangatan siang itu dengan sebuah pesan sederhana namun mendalam. Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Mas Trio, sapaan akrabnya, yang sebentar lagi akan menuntaskan masa pengabdiannya.

 

“Ikatan paguyuban ini bukan sekadar wadah administratif, melainkan tempat bersandar di mana tawa dibagi dan lelah dipikul bersama,” ucapnya.

 

Sentuhan teduh turut hadir ketika Wakil Rektor IV UM Metro, Prof. Ihsan Dacholfany, berdiri memegang mikrofon untuk menyampaikan sambutan mewakili rektor. Dengan gaya bertutur yang akrab, Prof. Ihsan mengajak seluruh karyawan melihat kampus bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi rumah kedua yang penuh berkah.

 

“Menjaga silaturahmi dan saling menguatkan itu kunci utamanya,” tutur Prof. Ihsan di hadapan puluhan hadirin yang menyimak dengan antusias.

 

Ia lantas membagikan sejumlah ide sederhana yang bisa membuat hari-hari di kampus terasa lebih ringan dan membahagiakan. Mulai dari merutinkan pengajian bulanan dan salat berjamaah, menghidupkan kembali tradisi makan siang potluck, di mana setiap orang membawa bekal sendiri untuk saling tukar, hingga membentuk komunitas olahraga demi menjaga kesehatan raga dan pikiran. Tidak lupa, ia mengingatkan pentingnya saling peduli melalui silaturahmi peduli jika ada rekan kerja yang sedang tertimpa musibah atau sakit.

 

Menjelang siang, suasana berubah menjadi lebih khidmat tatkala Ustaz Ramadhan naik untuk menyampaikan tausiyah. Dengan suara tenang, beliau mengingatkan para jamaah tentang makna sejati di balik ilmu dan rezeki. Lembar demi lembar nasihat yang disampaikannya tentang pentingnya membaca dan mensyukuri nikmat seketika meresap ke dalam hati setiap yang hadir, mengingatkan bahwa ikhtiar terbaik selalu bermula dari niat yang lurus.

 

Pertemuan siang itu akhirnya ditutup dengan jabat erat, doa bersama, dan santap siang diiringi obrolan ringan. Di bawah naungan langit Yosodadi, silaturahmi hari itu meninggalkan satu pesan pasti: bahwa di balik kesibukan institusi sebesar UM Metro, ada denyut persaudaraan tulus yang terus berdetak kuat dari hati ke hati.(Diq)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *