Jakarta – Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammmadiyah menyelenggarakan Jambore Media Afiliasi Muhammadiyah #3. Jambore kali ini mengambil tempat di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, (12-13/8). Jambore kali ini mengambil tema Penguatan Media AfiliasiMu di Era Digital.
Sapta Candra, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap pelaksanaan Jambore ini. Menurut Sapta, UMJ terbuka untuk kegiatan Muhammadiyah terutama dengan media afiliasimu.
Senada dengan ayat quran yang dibaca saat pembukaan, Sapta menitipkan pesan berkelas tentang kegiatan Media Afiliasimu. “Kami menitip pesan kepada media afiliasi Muhammadiyah untuk mengedepankan Verifikasi, klarifikasi dan tabayun dalam pemberitaannya,” tambahnya
Sementara wakil ketua MPI PP Muhammadiyah, Roni Tabroni, menyampaikan pelaksanaan Jambore kali ini sangat istimewa. Menurutnya ada dua keistimewaan dalam jambore kali ini. Pertama, Jambore ke 3 ini bertepatan dengan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah. “MPI PP Muhammadiyah sejak 2024 telah mengusulkan secara langsung kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk menjadikan tanggal lahir Majalah Suara Muhammadiyah sebagai Hari Pers Muhammadiyah.” Tegasnya.

Baca Juga : Bank Tanah Jangan Setengah Hati, Rakyat Menunggu Manfaatnya
Jambore yang diikuti oleh 50 media afiliasi Muhammadiyah se Indonesia ini, beririsan dengan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah yang bertepatan pada tanggal 13 Agustsus 2026. Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah diperingati setiap tahunnya sesuai dengan tanggal kelahiran Majalah Suara Muhammadiyah. Majalah yang diterbitkan Muhammadiyah sejak 1915.
“Pak Haedar menyambut baik hari lahir SM diperingati sebagai Hari Pers Muhammadiyah. Bahkan beliau menambahkan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah,” Tambah Roni
Keistimewaan kedua pada Jambore Media AfilasiMu adalah bertepatan dengan penyerahan Kartu Wartawan Utama Khusus. Setelah proses pengajuan sejak 2023, melalui berbagai dinamika, alhamdulilah kartu wartawan utama khusus untuk ketua umum PP Muhammadiyah telah terbit. “Pengajuan ini telah melewati dua periode pengurus Dewan Pers, dari pengajuan manual hingga digital, Alhamdulilah KWUK untuk Ketua Umum telah terbit,” ungkap Roni.
Menurut Roni, kiprah Pak Haedar sebagai jurnalis Majalah Suara Muhammadiyah tidak diragukan lagi. Sejak mahasiswa hingga saat ini, kurang lebih 40 tahun, Pak Haedar telah berkiprah sebagai jurnalis di SM. “Hingga sekarang Pak Haedar tidak pernah keluar dari box redaksi Majalah Suara Muhammadiyah,” Jelas Roni.(AffiliasiMu)


















Komentar