Bontonompo – Ikatan Alumni (IKA) SMA Negeri 3 Gowa menegaskan arah baru organisasi alumni sebagai kekuatan kolaborasi yang tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga berkontribusi terhadap pendidikan, pengembangan generasi muda, almamater, dan masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja IKA SMAN 3 Gowa Periode 2026–2031 yang berlangsung di Aula SMAN 3 Gowa, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan dihadiri seluruh jajaran pengurus IKA SMAN 3 Gowa bersama Kepala SMAN 3 Gowa, Camat Bontonompo, unsur Tripika, guru, serta alumni dari berbagai angkatan. Pelantikan dan rapat kerja menjadi titik awal konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan program kerja untuk lima tahun mendatang.
Ketua Panitia, Muh Ilham Bakhtiar, S.Pd., M.Pd., mengatakan keberadaan organisasi alumni perlu ditempatkan dalam konteks yang lebih luas. IKA, menurutnya, tidak cukup hanya menjadi tempat berkumpul dan mengenang masa sekolah, tetapi harus mampu menghubungkan kekuatan alumni dengan kebutuhan sekolah dan masyarakat.
“Pada hari ini kita melaksanakan kegiatan dengan tema Menguatkan Silaturahmi Alumni, Bersinergi untuk Almamater dan Berkontribusi untuk Negeri. Tema ini kami pilih karena kami ingin agar IKA SMA Negeri 3 Gowa tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi menjadi organisasi yang mampu menghubungkan potensi alumni dengan kebutuhan almamater dan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : Tak Kalah Dengan Bali,Turis Dari Italia Beserta Ribuan Penonton Meriahkan Ngaben Massal Bali Nuraga
Ia menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni pergantian atau pengukuhan kepengurusan. Pelantikan merupakan awal tanggung jawab organisasi yang harus diterjemahkan melalui program nyata.
“Pelantikan hari ini jangan kita maknai hanya sebagai sebuah seremoni. Pelantikan adalah awal dari sebuah amanah. Rapat kerja yang kita laksanakan bukan sekadar menyusun program, tetapi merupakan awal dari gerakan bersama alumni untuk memberikan manfaat,” katanya.
Menurut Ilham, kekuatan IKA justru terletak pada keberagaman alumni. Perbedaan angkatan, profesi, pengalaman, dan latar belakang perlu dihimpun menjadi jejaring yang produktif.
“Mari kita jadikan IKA SMA Negeri 3 Gowa sebagai rumah besar yang mampu merangkul seluruh alumni tanpa membedakan angkatan, profesi maupun latar belakang. Mari kita bangun komunikasi, kuatkan jejaring, dukung almamater, dan buktikan bahwa alumni SMA Negeri 3 Gowa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negeri,” lanjutnya.
Ketua IKA SMAN 3 Gowa, Asriadi Arasy, S.T., juga menekankan bahwa organisasi tidak dapat dibangun secara individual. Kerja sama dan kepedulian, menurutnya, harus menjadi fondasi dalam menjalankan setiap program IKA.
“Kebaikan yang kita lakukan tidak usah diukur dari seberapa besar. Paling tidak, dengan kebaikan itu kita sudah berbuat baik kepada orang-orang di sekitar kita. Dan insyaallah, kita semua tidak akan pernah berhasil tanpa kerja sama,” ujarnya.
Asriadi berharap IKA mampu menjadi jembatan yang kembali mempertemukan alumni lintas generasi sekaligus memberikan ruang bagi setiap alumni untuk mengambil peran.
“Mari kita menjadi jembatan untuk merangkul kembali teman-teman alumni dan mengumpulkan setiap angkatan sesuai harapan pihak sekolah. Kita memberikan ruang kepada adik-adik kita yang tentu memiliki kemampuan di bidangnya masing-masing untuk bagaimana bisa berkontribusi kepada sekolah,” katanya.
Perspektif pendidikan menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan tersebut. Kepala SMAN 3 Gowa, Mustakim, S.Kom., M.Kom., menilai alumni memiliki potensi besar untuk menjadi sumber inspirasi bagi peserta didik.
Baca Juga : Di Arak Bade Yang Megah Bupati Lamsel Punya Harapan Desa Balinuraga Jadi Penglipuran Kedua Di 2027
Menurutnya, keberhasilan alumni di berbagai bidang dapat menjadi pembelajaran nyata bagi siswa tentang pendidikan, karier, kehidupan sosial, serta proses mencapai cita-cita.
“Pengurus IKA bisa hadir melalui kegiatan alumni berbagi pengalaman, menjadi motivasi bagi adik-adik kita di sini, bahkan menjadi pendamping. Banyak hal yang bisa dibantu dan disinergikan dengan pihak sekolah,” ujar Mustakim.
Ia menilai sekolah membutuhkan keterlibatan alumni, terutama dalam memberikan motivasi dan memperluas wawasan peserta didik.
“Motivasi untuk anak-anak kita di sini sangat dibutuhkan. Mereka membutuhkan figur dan idola. Kakak-kakak senior dan alumni yang telah memiliki pengalaman dapat memberikan inspirasi bagi mereka,” katanya.
Keterlibatan alumni dalam pendidikan, lanjutnya, dapat menjadi jembatan antara pembelajaran di sekolah dengan pengalaman nyata di masyarakat dan dunia kerja. Karena itu, kolaborasi sekolah dengan IKA diharapkan dapat berkembang dalam berbagai bentuk program edukatif.
Sementara itu, Camat Bontonompo mengingatkan bahwa kekuatan organisasi alumni harus dibangun di atas semangat kesetaraan, persaudaraan, dan keikhlasan.
“Kita boleh berbeda dalam peran kita. Kita boleh berbeda dalam aktivitas kita. Tetapi sebagai alumni kita harus satu rasa. Kita tidak melihat bahwa alumni ini punya pangkat dan jabatan,” ujarnya.
Ia kemudian menggunakan filosofi tangan dan mata untuk menggambarkan hubungan ideal sesama alumni.
“Kita harus pegang prinsip bahwa persahabatan kita bagai tangan dengan mata. Kalau tangan terluka, maka mata akan meneteskan air mata. Kalau air mata menetes, tangan tanpa diperintah akan menghapus air mata tersebut,” katanya.
Menurutnya, filosofi tersebut menggambarkan hubungan yang dibangun atas kepedulian tanpa harus menunggu permintaan.
“Itulah kekuatan kebersamaan kita dalam alumni ini, dalam IKA. Karena dengan seperti itulah segala yang kita lakukan akan penuh dengan keikhlasan,” tuturnya.
Pelantikan dan Rapat Kerja IKA SMAN 3 Gowa periode 2026–2031 akhirnya tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga membawa pesan penting tentang masa depan peran alumni. Tantangannya adalah bagaimana jaringan alumni dapat diubah menjadi kekuatan pendidikan, ruang berbagi pengalaman, pendampingan generasi muda, penguatan almamater, serta gerakan sosial yang memberikan manfaat nyata.
Dengan semangat tersebut, kepengurusan baru IKA SMAN 3 Gowa diharapkan mampu menghadirkan organisasi alumni yang aktif, inklusif, dan produktif, sekaligus membuktikan bahwa hubungan dengan sekolah tidak berakhir ketika seseorang menerima ijazah, tetapi dapat terus tumbuh dalam bentuk pengabdian dan kontribusi bagi generasi berikutnya.



















Komentar