Bandar Lampung — Program Doktor Manajemen Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menyelenggarakan Ujian Promosi Doktor (Disertasi Tahap II/Terbuka), Rabu, 12 Agustus 2026. Dalam forum akademik tersebut, Ardansyah berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Model Integratif Kapabilitas Strategik Berbasis Resource-Based View: Peran Inovasi dan Keberlanjutan dalam Meningkatkan Kinerja UMKM di Bandar Lampung.”
Penelitian Ardansyah menegaskan bahwa pertumbuhan jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu diikuti dengan penguatan kapabilitas strategik. Inovasi, pemanfaatan teknologi digital, tata kelola usaha, kualitas sumber daya manusia, dan keunggulan bersaing menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.
Ujian Promosi Doktor merupakan puncak proses pendidikan doktoral sekaligus forum ilmiah untuk menguji kualitas, kebaruan, dan kontribusi suatu penelitian. Dalam ujian tersebut, Ardansyah memaparkan hasil penelitiannya serta menjawab berbagai pertanyaan dan tanggapan tim penguji sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik. Ujian turut melibatkan sejumlah akademisi senior, di antaranya Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si., dan Prof. Dr. Satria Bangsawan, S.E., M.Si.
Baca Juga : Peduli Kemanusiaan, Bhabinkamtibmas Duri Selatan Datangi dan Beri Bantuan Lansia Sakit Menahun
“Pertumbuhan jumlah UMKM merupakan peluang besar bagi perekonomian daerah. Namun, peningkatan kuantitas saja tidak cukup. UMKM perlu membangun kapabilitas strategik agar mampu meningkatkan kinerja, menghadapi persaingan, dan mempertahankan keberlanjutan usahanya,” ujar Ardansyah.
Menurut Ardansyah, pelaku UMKM perlu menciptakan nilai dan diferensiasi melalui peningkatan kualitas produk, penguatan identitas merek, pemanfaatan teknologi, perbaikan pelayanan, serta pengembangan kemampuan organisasi yang bernilai dan sulit ditiru oleh pesaing.
Kebaruan penelitian tersebut terletak pada pengembangan model integratif kapabilitas strategik berbasis Resource-Based View (RBV). Model ini menghubungkan inovasi organisasi, keberlanjutan organisasi, keunggulan bersaing, dan kinerja UMKM dalam satu kerangka pengembangan yang terpadu. Melalui model tersebut, Ardansyah merumuskan tahapan penguatan UMKM yang mencakup pemetaan kapabilitas usaha, penguatan inovasi dan digitalisasi, penerapan praktik keberlanjutan, pembentukan keunggulan bersaing, serta pemantauan dan evaluasi kinerja secara berkelanjutan.
Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, MBA., mengapresiasi penelitian Ardansyah karena mengangkat persoalan yang relevan sekaligus menawarkan model yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan UMKM.
“Riset doktoral tidak boleh berhenti pada pengembangan teori dan pemenuhan persyaratan akademik. Riset harus mampu membaca persoalan nyata, menghasilkan model yang dapat diterapkan, serta melahirkan rekomendasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujar Yusuf.
Direktur Pascasarjana UBL, Dr. Andala Rama P. Barusman, S.E., M.A.Ec., turut menyampaikan selamat atas keberhasilan Ardansyah meraih gelar doktor. Ia berharap pencapaian tersebut menjadi awal bagi Ardansyah untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperluas manfaat hasil penelitiannya.
“Gelar doktor membawa tanggung jawab keilmuan dan sosial yang semakin besar. Kami berharap Ardansyah terus mengembangkan penelitian, memperluas manfaat keilmuannya, serta menjadi inspirasi dalam menghasilkan karya yang berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Andala.
Model yang dikembangkan Ardansyah diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan dalam penyusunan kebijakan dan program pemberdayaan UMKM, khususnya melalui penguatan inovasi produk, standardisasi kualitas, pengembangan merek, pemasaran digital, peningkatan efisiensi usaha, penerapan prinsip keberlanjutan, dan perluasan akses pasar.
Keberhasilan Ardansyah meraih gelar doktor sekaligus memperkuat komitmen Pascasarjana UBL dalam menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, dunia usaha, dan pembangunan daerah.


















Komentar