oleh

Anak Krakatau Menggelegar, Antara Kewaspadaan dan Kepanikan

banner 468x60

Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketua Umum Poros Wartawan Lampung

 

banner 336x280

Dentuman keras seperti ledakan yang terdengar berulang sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 4–5 September 2026, menggegerkan masyarakat di sejumlah daerah. Suara tersebut dilaporkan terdengar di wilayah Jawa Barat, Banten, Lampung, hingga sebagian Jakarta Selatan. Bahkan, sejumlah warga mengaku kaca, pintu, jendela, dan gorden rumah ikut bergetar.

 

Di tengah derasnya spekulasi media sosial, masyarakat tentu bertanya, apa sebenarnya yang terjadi?

 

Jawabannya mulai terang setelah Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berlangsung menerus sejak Jumat, 4 September 2026, sekitar pukul 23.07 WIB.

 

Berdasarkan pengamatan periode Sabtu, 5 September 2026, pukul 00.00–24.00 WIB, Gunung Anak Krakatau yang berada di wilayah Lampung Selatan masih mengalami erupsi menerus. Aktivitas tersebut diinterpretasikan sebagai lava fountain atau lava air mancur. Dari Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran juga terdengar dentuman dan suara gemuruh.

 

Pengamatan kegempaan mencatat empat kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 70 mm, dengan durasi tercatat 21.600 detik.

 

Fakta lain yang kini perlu menjadi perhatian adalah sebaran abu vulkanik ke sejumlah daerah. Laporan mengenai abu vulkanik yang mulai dirasakan masyarakat,

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *