Artikel — Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam. Memasuki awal Dzulhijjah, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan ibadah sunnah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sepuluh hari pertama bulan ini bahkan disebut sebagai hari-hari terbaik untuk beramal, karena memiliki keutamaan yang besar di sisi Allah.
Keutamaan awal Dzulhijjah dijelaskan dalam banyak hadits shahih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam riwayat Imam Al-Bukhari dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah bersabda bahwa tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah dibanding sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Hadits ini menunjukkan besarnya nilai ibadah pada hari-hari tersebut.
Selasa (19/05/2026) , Dilansir dari Almanhaj, para ulama menjelaskan bahwa Allah memberikan keistimewaan khusus pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah karena di dalamnya berkumpul berbagai ibadah utama, seperti shalat, puasa, sedekah, dzikir, hingga ibadah haji dan kurban. Kesempatan ini menjadi momentum penting bagi kaum Muslimin untuk meningkatkan ketakwaan.
Selain itu, detikHikmah juga menyebutkan bahwa awal Dzulhijjah merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak amal dan memperbaiki kualitas ibadah. Banyak umat Islam memanfaatkan momentum ini untuk lebih rajin membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama.
Baca : YBM BRILiaN Region 5 Bandar Lampung Salurkan Paket Pendidikan untuk Santri Ponpes Miftahul Huda 606
Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan pada awal Dzulhijjah adalah puasa sunnah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diketahui biasa melaksanakan puasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah. Puasa ini menjadi amalan yang penuh pahala dan menjadi sarana melatih ketakwaan serta kesabaran seorang Muslim.
Di antara puasa yang paling utama adalah puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi orang yang melaksanakannya dengan ikhlas.
Selain puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak dzikir seperti takbir, tahmid, tahlil, dan istighfar. Para sahabat Nabi dahulu menghidupkan hari-hari awal Dzulhijjah dengan banyak mengagungkan nama Allah, bahkan bertakbir di pasar dan tempat umum untuk mengingatkan masyarakat tentang kemuliaan hari tersebut.
Amalan sunnah lainnya yang tidak kalah penting adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an dan menjaga shalat sunnah. Awal Dzulhijjah menjadi waktu yang baik untuk memperbaiki hubungan dengan Allah melalui ibadah yang lebih khusyuk dan konsisten.
Semangat berbagi kepada sesama juga sangat dianjurkan pada bulan ini. Bersedekah, membantu fakir miskin, dan memberikan manfaat kepada orang lain menjadi amalan yang dicintai Allah. Menjelang Iduladha, semangat kepedulian sosial semakin terasa melalui ibadah kurban yang menjadi syiar utama Dzulhijjah.
Bagi umat Islam yang memiliki kemampuan, ibadah kurban menjadi salah satu sunnah yang sangat dianjurkan. Hewan kurban yang disembelih pada Hari Raya Iduladha menjadi simbol ketaatan dan pengorbanan kepada Allah, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam.
Baca : BRI Kanca Bengkulu Bangun Lapangan Mini Soccer untuk Yayasan Al-Fida Bengkulu Melalui CSR
Para ulama mengingatkan bahwa sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan. Hari-hari tersebut hanya datang sekali dalam setahun, sehingga umat Islam dianjurkan mengisinya dengan amal saleh, memperbanyak taubat, serta menjauhi perbuatan maksiat.
Dengan datangnya awal bulan Dzulhijjah, kaum Muslimin diharapkan dapat menjadikan momentum ini sebagai sarana meningkatkan iman dan ketakwaan. Melalui berbagai amalan sunnah dan ibadah yang dilakukan dengan ikhlas, diharapkan setiap Muslim dapat meraih keberkahan, ampunan, dan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. (DSP)













Komentar