Bandar LampungDaerahLampungPendidikan

Usaha Kue Jadul Mahasiswi Darmajaya Lolos P2MW 2024

×

Usaha Kue Jadul Mahasiswi Darmajaya Lolos P2MW 2024

Sebarkan artikel ini

BANDARLAMPUNG – Empat kelompok usaha mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya lolos dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2024 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) RI.

Salah satunya Ins-cake and Pastry yang digarap oleh empat mahasiswi dari lintas jurusan. Keempatnya yakni Aulya Haya Nabila (Prodi Pariwisata) sebagai Ketua, dan anggota terdiri dari Renita Agustin Suryaman (Prodi Pariwisata), Eka Citra (Prodi Manajemen), dan Siti Rodiah (Prodi Akuntansi).

Mewakili rekan-rekannya, Aulya Haya Nabila mengatakan Ins-cake and Pastry merupakan usaha food & beverage (F&B) rumahan yang memproduksi beberapa jenis kue kering dan makanan ringan atas konsep produksi kue jadul atau kue yang familiar saat kumpul keluarga. “Ins-cake and Pastry merupakan usaha tahap bertumbuh dan telah beroperasi selama tiga tahun. Karena F&B atau kuliner, usaha yang bisa dilakukan dalam jangka waktu panjang,” ungkap dia seperti dikutip dari https://darmajaya.ac.id.

Menurut dia, peluang yang menjanjikan itulah maka dirinya berencana untuk berinovasi dan mengembangkan usaha Ins-cake and Pastry. “Keunggulan atau perbedaan inscakeandpastry dengan usaha sejenisnya adalah kami tidak menggunakan bahan pengawet, 100 persen menggunakan bahan bahan yang aman untuk dikonsumsi. Dan untuk pendistribusian kami menggunakan sales on car, jadi saya tour ke pasar-pasar untuk berjualan,” bebernya.

Aulya berharap dengan hadirnya Ins-cake and Pastry para konsumennya dapat bernostalgia dan merasa berada di sekitar orang- orang yang mereka sayangi saat menikmati kue. Saat ini Ins-cake and Pastry fokus produksi dan terus melakukan perkembangan kue babon sebagai ikon usaha.

“Ikon produk kita kue babon khas Lampung. Saat ini kami fokus produksi dan mengembangkan kue babon. namun, Kami juga menerima pesanan seperti kue kering nastar, salju, sagon, satu kacang hijau, semprong dan lainnya. Harga mulai dari 20K-130K,” ujarnya.

Untuk toko offline berada di rumah produksi Natar, Lampung Selatan. “Mengikuti P2MW merupakan yang pertama kali untuk tingkat nasional namun sebelumnya pernah ikut ajang kompetisi di kampus Darmajaya waktu pesta mibat dan juara 1. Harapan saya dengan lolos P2MW ini dapat meningkatkan produktivitas usaha kami dan dapat menjadi inspirasi untuk mahasiswa agar berwirausaha,” kata Aulya. (Rls)

iklan top

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *