DaerahLampung

Warga Talang Ogan, Protes Debu Pembakaran Arang Sebabkan Kotor & Flu

×

Warga Talang Ogan, Protes Debu Pembakaran Arang Sebabkan Kotor & Flu

Sebarkan artikel ini

Inspiratif.co.id – Beberapa lokasi pembakaran arang dekat permukiman warga, di Kelurahan Kota Alam Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara, diprotes masyarakat sekitar.

Bentuk protes dilakukan karena asap dan abu dari pembakaran menyebabkan pelataran rumah warga sekitar menjadi kotor, bahkan ada yang batuk pilek akibat abu yang beterbangan.

Diketahui, abu dan asap pembuatan arang dilakukan oleh beberapa Tempat Pengolahan Kayu (Sumil) tepatnya di wilayah Talang Ogan Kelurahan Kota Alam Kecamatan Kotabumi Selatan,

Warga setempat, mengaku banyak warga di RT1 LK VII itu yang terkena penyakit sesak nafas dan batuk-batuk semenjak dilakukannya pembakaran arang di wilayah tersebut.

“Sudah mau enam tahun ini pembakaran arang itu dilakukan. Anak saya pun sudah menjadi korban dan cacat seumur hidup, karena menginjak tumpukan bekas pembakaran arang di samping rumah,” keluh Ismail warga setempat yang rumahnya berdekatan dengan pembakaran arang, Jumat 04 Agustus 2023.

Parahnya lagi, kata Ismail, bau busuk menyengat akan tercium ketika hujan lebat terjadi.

Sebelumnya masyarakat bersama para pengusaha arang sudah membuat kesepakatan bersama pada Januari 2023 lalu. Para pihak pengusaha arang sepakat hanya akan melakukan pembakaran arang hingga Bulan Mei 2023 lalu dan warga menyetujui itu. Namun nyatanya hingga saat ini proses pembakaran arang itu masih dilakukan.

“Kami nggak mempermasalahkan kalau soal keberadaan Sumil, yang kami permasalahkan ini pembakaran arang yang asapnya sangat menggangu pernafasan warga dan debunya bisa mengganggu kesehatan warga setempat,” ucapnya.

Ditambah Dodi yang juga warga setempat, pihaknya berharap agar instansi terkait bisa turun ke lokasi untuk melihat secara langsung kondisi Masyarakat yang ada di wilayah setempat. Mengingat pembakaran arang yang dilakukan sangat meresahkan warga.

“Keinginan kita tutup proses pembuatan arangnya, bukan sumilnya. Kalau sumil nya tidak menggangu kami.
Kami juga sudah kembali mendatangi Kelurahan karena pihak sumil telah melanggar surat perjanjian yang sudah di tandatangani dan di sepakati bersama,” harapnya.

Terpisah Pelaksana tugas (Plt) Lurah Kota Alam Heri menyatakan, pihaknya membenarkan bahwa Warga RT1 LKVII kembali mendatangi kantor Kelurahan Kota Alam. Mereka memprotes pihak pengusaha arang yang telah melanggar perjanjian yang sudah disepakati bersama.

“Kami akan melakukan mediasi kembali karena mereka semua adalah warga kami, dan mediasi akan kita lakukan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

iklan top

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *