KALIREJO – Lima utusan masjid di lingkungan Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) mengikuti Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) Tahap 1 Lampung yang digelar di Masjid Taqwa Kalirejo, Lampung Tengah, pada 6–8 November 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan masjid, khususnya marbot dan pengurus yang berperan langsung dalam pelayanan serta aktivitas keagamaan di lingkungan masjid.
Kelima peserta tersebut berasal dari tiga masjid di lingkungan UM Metro. Masjid Baitul Hikmah Kampus 3 mengutus dua peserta, yakni D. Shodiq Permono dan Diantoro. Masjid Ulul Albab Kampus 1 mengirimkan dua peserta, yakni Dr. Andrianto dan Akbar Waliyudin P., M.Pd. Sementara itu, Masjid Baiturrozaq UM Metro diwakili oleh Sumardiyanto.
Keikutsertaan kelima peserta tersebut menjadi bagian dari komitmen pengelola masjid di lingkungan UM Metro untuk terus meningkatkan kapasitas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada jamaah.
Dr. Andrianto, peserta AM3 Tahap 1 Lampung dari Masjid Ulul Albab UM Metro, menyampaikan bahwa kegiatan AM3 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas pengelola masjid.
Menurutnya, masjid tidak hanya perlu dikelola sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga harus mampu berkembang menjadi pusat pembinaan keislaman, pendidikan, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami berharap melalui AM3 ini, pengelola masjid dapat memperoleh wawasan dan pengalaman yang bisa diterapkan di masjid masing-masing. Masjid harus mampu menjadi pusat kegiatan umat yang memberikan manfaat secara luas, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga pendidikan, sosial, dan pemberdayaan,” ujar Dr. Andrianto.
Ia menilai keberadaan jaringan masjid Muhammadiyah yang tersebar di berbagai wilayah Lampung merupakan potensi besar yang perlu dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
“Dengan jaringan masjid yang begitu luas, kita memiliki modal yang sangat besar untuk menguatkan dakwah Muhammadiyah. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikelola dengan baik, sehingga masjid benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Syamsudin, M.M., Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PWM Lampung, memaparkan perkembangan organisasi Muhammadiyah di Provinsi Lampung.
Dalam laporannya, Syamsudin menyampaikan bahwa dari total 262 kecamatan di Provinsi Lampung, terdapat 203 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Adapun jumlah masjid dan musala Muhammadiyah tercatat sebanyak 688 unit.
Data tersebut menunjukkan besarnya potensi jaringan dakwah Muhammadiyah di Provinsi Lampung. Keberadaan ratusan masjid dan musala tersebut menjadi modal penting dalam memperluas gerakan dakwah sekaligus mengoptimalkan masjid sebagai pusat pelayanan, pembinaan, dan pemberdayaan umat.
Selain agenda pembukaan akademi, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan secara simbolis berupa bibit padi, Al-Qur’an, dan beras masjid kepada tiga Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), yakni PDM Lampung Timur, PDM Lampung Tengah, dan PDM Tanggamus.
Melalui AM3, para peserta mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan, memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan masjid, serta membangun interaksi dan bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai daerah di Provinsi Lampung.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pengembangan masjid tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Marbot dan pengurus masjid memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan jamaah, pemeliharaan fasilitas, serta aktivitas keagamaan berjalan dengan baik dan berkesinambungan.
Di tengah perkembangan kebutuhan masyarakat, pengelolaan masjid dituntut semakin tertata, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih luas. Karena itu, peningkatan kapasitas pengelola menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan masjid yang makmur, nyaman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Keikutsertaan lima utusan dari masjid di lingkungan UM Metro dalam AM3 diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman selama mengikuti pelatihan. Pengetahuan dan wawasan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan di masjid masing-masing serta dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan masjid.
Dengan sumber daya manusia yang semakin kompeten dan tata kelola yang semakin baik, masjid di lingkungan UM Metro diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, pelayanan, dan pemberdayaan umat.
Lap: Shodiq













Komentar