TANGGAMUS — Enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung turut mendukung kegiatan bakti sosial (baksos), bakti kesehatan, dan bersih-bersih pantai yang digelar Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Tanggamus di Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan konsumsi makan siang dan hidangan lainnya bagi peserta serta masyarakat yang mengikuti rangkaian kegiatan.
Ketua Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung, Firlinda, mengatakan enam SPPG yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut, yakni SPPG Kota Batu, Kelumbayan Barat, Waiharong, Gisting, Wonosobo, dan Ulu Belu.
“Hari ini kami dilibatkan dalam kegiatan bakti sosial TNI AL yang bekerja sama dengan Pemkab Tanggamus. Ada enam SPPG yang kami libatkan, yakni SPPG Kota Batu, Kelumbayan Barat, Waiharong, Gisting, Wonosobo, dan Ulu Belu. Dalam kegiatan ini, kami bertugas mengisi seksi konsumsi sebagai bentuk bakti dan dukungan kami terhadap kegiatan sosial tersebut,” kata Firlinda.
Selain mendukung kegiatan sosial, Firlinda mengungkapkan bahwa yayasan juga berkomitmen menjaga keamanan makanan yang diproduksi dan didistribusikan melalui dapur MBG.
Menurutnya, pihak yayasan telah menerima arahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus untuk meminimalkan risiko keracunan makanan. Salah satu ketentuan yang diterapkan adalah memasak makanan empat jam sebelum didistribusikan.
“Kami juga mendapat arahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus untuk meminimalkan kejadian keracunan di SPPG. Dalam proses pengolahan, kami mengikuti ketentuan yang telah diarahkan pemerintah, salah satunya memasak makanan empat jam sebelum didistribusikan,” ujarnya.
Firlinda menyebutkan, saat ini Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung mengelola sembilan SPPG. Ia bersyukur karena hingga saat ini belum pernah terjadi kasus keracunan makanan di dapur MBG yang berada di bawah pengelolaan yayasan tersebut.
“Alhamdulillah, sejauh ini belum pernah terjadi. Itu menjadi komitmen yang terus kami jaga dari yayasan. Kami berharap jangan sampai ada kejadian seperti itu,” ungkapnya.
Untuk memperkuat pengawasan proses produksi, pihak yayasan juga menerapkan pemantauan secara virtual melalui Zoom sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Pemantauan tersebut, menurut Firlinda, berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB.
“Kami diberikan perangkat berupa televisi dan alat dari BGN sehingga seluruh proses memasak dapat dipantau langsung oleh BGN pusat. Pemantauan melalui Zoom ini memang sudah menjadi arahan dari BGN,” pungkasnya.
(Wnrls)














Komentar