JAKARTA – Perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi. Dalam hitungan detik, berita, video, foto, hingga berbagai opini dapat beredar luas melalui telepon genggam.
Di tengah perubahan tersebut, Muhammadiyah dinilai tidak cukup hanya menjadi penerima informasi. Muhammadiyah harus mampu hadir sebagai produsen informasi yang berkualitas, terpercaya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dadang Kahmad saat membuka Jambore Media AfiliasiMu #3 dengan tema “Penguatan Media AfiliasiMu dalam Era Digital” di Jakarta.
Dalam sambutannya, Prof. Dadang terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada panitia, para pimpinan Muhammadiyah, pengelola dan insan media AfiliasiMu, narasumber, serta seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, Jambore Media AfiliasiMu bukan sekadar menjadi tempat berkumpulnya para pengelola media. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa media memiliki posisi penting dalam perjalanan gerakan Muhammadiyah.
“Media merupakan bagian penting dari gerakan Muhammadiyah di tengah perubahan zaman yang sangat cepat,” ujarnya.
Baca Juga : Jambore Media Afiliasi Muhammadiyah #3 Istimew
Prof. Dadang melihat perubahan pola konsumsi informasi masyarakat sebagai tantangan yang harus direspons secara serius. Jika dahulu masyarakat menunggu informasi melalui surat kabar, radio, atau televisi, kini informasi datang hampir tanpa jeda melalui perangkat digital.
Bahkan, setiap orang dapat menjadi pembuat sekaligus penyebar informasi.
Kondisi itu membuat Muhammadiyah perlu mengambil peran lebih besar. Media Muhammadiyah, kata Prof. Dadang, harus mampu menghasilkan informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga benar dan dapat dipercaya.
Ia menilai Media AfiliasiMu memiliki peran strategis untuk menjalankan tugas tersebut.
Media Muhammadiyah, menurutnya, tidak seharusnya hanya berisi pemberitaan kegiatan rutin organisasi. Media juga harus menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan, ilmu pengetahuan, dakwah, pendidikan, kebudayaan, serta berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan umat.
“Tidak hanya cepat, tetapi juga benar. Tidak hanya ramai, tetapi juga bermutu. Tidak hanya mengejar jumlah penonton dan pengikut, tetapi juga mampu membangun kepercayaan publik,” tegasnya.
Baca Juga : Bank Tanah Jangan Setengah Hati, Rakyat Menunggu Manfaatnya
Salah satu tantangan terbesar media saat ini adalah derasnya arus informasi yang belum tentu semuanya benar.
Setiap hari masyarakat disuguhi berbagai berita, opini, video, foto, dan komentar. Di antara informasi yang benar, tidak sedikit pula hoaks dan provokasi.
Karena itu, Prof. Dadang mengingatkan agar media Muhammadiyah menjadi salah satu penjaga kualitas informasi di tengah masyarakat.
Prinsip tabayyun harus menjadi bagian penting dalam menjalankan kerja jurnalistik. Informasi yang akan disampaikan kepada publik harus diperiksa dan dipastikan kebenarannya.
“Kecepatan tidak boleh mengalahkan ketepatan. Popularitas tidak boleh mengalahkan kebenaran,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar keinginan mendapatkan perhatian publik tidak membuat media mengabaikan akhlak dan tanggung jawab.
Harapannya, Media AfiliasiMu dapat melahirkan jurnalisme Muhammadiyah yang cepat, akurat, berimbang, beretika, mencerdaskan, sekaligus mencerahkan.
Di sisi lain, perkembangan teknologi digital juga memberikan peluang yang sangat besar bagi Muhammadiyah.
Kehadiran AI, media sosial, video pendek, podcast, live streaming, dan berbagai platform digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan dakwah dan pemikiran Muhammadiyah.
Prof. Dadang memberikan gambaran sederhana. Gagasan seorang kader Muhammadiyah di daerah kini tidak lagi hanya dapat dinikmati oleh masyarakat di sekitarnya. Dengan media digital, gagasan tersebut bisa menjangkau pembaca dari berbagai daerah bahkan dunia.
Baca Juga : Di Kabupaten Brebes SPPG ratusan Ternyata Belum Banyak Memiliki PBG
Begitu pula ceramah seorang ustaz di masjid dapat disaksikan oleh masyarakat luas melalui platform digital.
“Gagasan seorang guru, dosen, peneliti, mahasiswa maupun kader Muhammadiyah dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas,” tuturnya.
Namun, peluang tersebut membutuhkan insan media yang memiliki kemampuan lebih dari sekadar teknis.
Penguasaan kamera, desain, editing, algoritma, dan media sosial memang penting. Tetapi menurut Prof. Dadang, kemampuan tersebut harus dilengkapi dengan wawasan keislaman, kemuhammadiyahan, jurnalistik, literasi digital, integritas, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat.
Jambore Media AfiliasiMu juga diharapkan menjadi ruang bagi para insan media Muhammadiyah untuk saling belajar.
Prof. Dadang mengajak peserta tidak hanya bertukar pengalaman, tetapi juga berbagi pengetahuan dan praktik baik dalam mengelola media.
Ia juga mengingatkan agar orientasi media tidak berhenti pada bagaimana membuat konten menjadi viral.
Menurutnya, konten yang baik bukan hanya konten yang banyak ditonton, tetapi juga konten yang memiliki nilai dan memberikan manfaat.
“Tujuan akhir media Muhammadiyah bukan sekadar viralitas, tetapi kemanfaatan,” katanya.
Baca Juga : Di Kabupaten Brebes SPPG ratusan Ternyata Belum Banyak Memiliki PBG
Karena itu, ukuran keberhasilan media tidak hanya dilihat dari banyaknya pengikut, jumlah tayangan, atau tingginya interaksi. Yang lebih penting adalah seberapa besar media mampu menghadirkan pengaruh positif bagi masyarakat.
Ke depan, Prof. Dadang berharap seluruh media Muhammadiyah dapat membangun ekosistem yang lebih kuat dan saling terhubung.
Media di tingkat pusat, wilayah, daerah, perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit, amal usaha, organisasi otonom, hingga komunitas kader diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Semangat yang dibangun adalah “Satu gerakan, banyak kanal; banyak kanal, satu nilai.”
Artinya, Muhammadiyah boleh memiliki banyak media, platform, dan gaya komunikasi. Namun, semuanya tetap membawa nilai yang sama, yakni Islam Berkemajuan, dakwah yang mencerahkan, ilmu pengetahuan, kemanusiaan, kebangsaan, dan kemaslahatan.
Menutup sambutannya, Prof. Dadang berharap Jambore Media AfiliasiMu menghasilkan tiga capaian utama.
Pertama, peningkatan kapasitas para insan media. Kedua, peningkatan kualitas konten yang dihasilkan. Ketiga, peningkatan kolaborasi antarmedia dan berbagai unsur Muhammadiyah.
Dengan demikian, Media AfiliasiMu diharapkan tidak berhenti sebagai jaringan media Muhammadiyah, tetapi berkembang menjadi kekuatan komunikasi digital yang mampu membawa gagasan Islam Berkemajuan kepada masyarakat luas.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Prof. Dadang Kahmad secara resmi membuka Jambore Media AfiliasiMu #3.
Ia berharap ikhtiar tersebut mendapat rida Allah SWT dan menjadi langkah bersama untuk menjadikan media Muhammadiyah sebagai media yang mencerahkan, mencerdaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan bangsa. (AffiliasiMu)














Komentar